Pertarungan sengit antara Inter Milan dan Atalanta di Stadion San Siro pada Sabtu malam, 14 Maret 2026, mencapai puncaknya dalam kontroversi menjelang akhir laga. Drama dimulai pada menit ke-82 ketika Atalanta berhasil mencetak gol penyeimbang yang sontak memicu protes keras dari kubu Inter. Akar perdebatan terletak pada momen perebutan bola antara pemain Atalanta, Sulemana, dan bek Inter, Denzel Dumfries, beberapa saat sebelum gol tercipta. Insiden tersebut menjadi fokus ketidakpuasan Inter karena diduga adanya pelanggaran yang tidak terlihat oleh wasit Manganiello.
Setelah kontak fisik antara Sulemana dan Dumfries yang mengakibatkan sang bek Inter terjatuh, Sulemana berhasil melepaskan tembakan yang ditepis oleh kiper Inter, Yann Sommer. Bola muntah kemudian disambar oleh Krstovic, membuat kedudukan menjadi imbang. Para pemain dan staf teknis Inter segera mengerumuni wasit Manganiello untuk menyatakan ketidaksetujuan atas sahnya gol tersebut. Meskipun protes dilancarkan secara besar-besaran, wasit tetap pada keputusannya dan mengesahkan gol penyeimbang Atalanta.
Pelatih Inter Milan saat itu, Chivu, menunjukkan reaksi paling emosional terhadap keputusan kontroversial tersebut. Ia menjadi yang paling vokal dalam protesnya sampai akhirnya diberi kartu merah dan diusir keluar lapangan. Protes Inter juga terjadi lagi pada menit ke-87 setelah insiden di area penalti Inter Milan antara Scalvini dan Frattesi. Meskipun Inter meminta tendangan penalti, wasit Manganiello memutuskan untuk tidak mengindahkannya dengan alasan Frattesi sudah kehilangan keseimbangan sebelum benturan dengan Scalvini.
Insiden-ini menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut yang terjadi pada 14 Maret 2026. Emosi, protes, dan pengusiran menjadi catatan dramatis dari pertandingan tersebut tanpa pandang bulu dari kedua tim.





