Industri Beruntung: Cuan dari Konflik Israel-Iran

by

Berdasarkan laporan terbaru, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat perang antara Israel dan Iran tidak hanya menciptakan kekhawatiran global tetapi juga memberikan peluang bisnis bagi industri kendaraan listrik, terutama di segmen mobil listrik bekas. Di Inggris, Martin Miller, seorang pengusaha dealer mobil listrik bekas, mencatat peningkatan signifikan dalam penjualan mobil bekas listrik di tokonya di barat daya London. Hal ini terjadi hanya dalam satu minggu setelah konflik dimulai pada 28 Februari 2026. Dampak dari perang di Iran juga mempengaruhi jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak global.
Penjualan mobil listrik bekas telah meningkat pesat, dan staf toko Miller telah berusaha keras untuk menambah stok kendaraan listrik. Data yang dirilis pemerintah Inggris menunjukkan bahwa harga bensin naik drastis sejak dimulainya perang. Di Uni Eropa, harga bensin telah meningkat sebesar 8%, sedangkan harga rata-rata bensin di AS melonjak 27%, menjadi $3,72 per galon.
Sejarah menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak sangat mempengaruhi kebiasaan belanja konsumen dalam hal kendaraan bermotor. Namun, dalam jangka pendek, para analis berpendapat bahwa kenaikan harga bahan bakar tidak akan mengubah pola belanja mobil baru secara signifikan. Kebiasaan belanja konsumen cenderung berubah hanya ketika harga mencapai titik tertentu, misalnya, ambang batas harga $4 per galon.
Di Amerika Serikat, ada beberapa peningkatan minat terhadap kendaraan listrik bekas, tetapi penjualan mobil baru tidak terlalu memperlihatkan perubahan. Sementara di Eropa, minat terhadap mobil listrik sepenuhnya tampaknya mengalami peningkatan, terutama di negara-negara di mana keringanan pajak pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik sedang diperkenalkan.

Source link