Serangan Rudal Iran ke Pangkalan AS-Inggris: Ancaman bagi Eropa

by

Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia. Meskipun serangan tersebut ditujukan ke pangkalan strategis tersebut, dua rudal yang ditembakkan dilaporkan gagal mencapai sasaran. Militer Israel mengungkapkan bahwa Iran menggunakan rudal balistik dua tahap dengan jangkauan hingga 4.000 kilometer, yang bahkan dapat menjangkau ibu kota negara-negara Eropa seperti Berlin, Paris, dan Roma. Serangan tersebut merupakan penggunaan operasional pertama rudal jarak menengah Iran, yang menandai eskalasi konflik yang meluas jauh melampaui kawasan Timur Tengah.

Kementerian Pertahanan Inggris menganggap serangan Iran dan gangguan terhadap Selat Hormuz sebagai ancaman terhadap kepentingan Inggris dan sekutunya. Presiden AS Donald Trump menanggapi serangan tersebut dengan keras, mengultimatum Teheran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Ancaman Trump tersebut disampaikan setelah sehari sebelumnya memberi sinyal akan meredakan konflik. Sementara itu, di Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi negaranya akan dibalas dengan menghancurkan fasilitas energi di seluruh kawasan.

Konflik antara Iran dan Israel semakin intens karena serangan rudal Iran yang menghantam wilayah dekat pusat riset nuklir Israel. Dampak dari konflik tersebut juga terasa pada jalur energi global, khususnya Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi pasokan minyak dunia. Dampak ekonominya terlihat dari lonjakan harga minyak Brent yang mencapai level tertinggi sejak 2022. Menyikapi hal ini, AS melonggarkan sanksi terhadap pembelian minyak Iran selama 30 hari, sementara negara-negara G7 menyatakan kesiapannya untuk menjaga pasokan energi global dan keamanan jalur pelayaran.

Source link