Invasi Pasukan Elite AS ke Iran: Persiapan dan Dampak

by

Ribuan pasukan elite Amerika Serikat mulai tiba di Timur Tengah, menandai eskalasi baru ketika Washington mempertimbangkan opsi militer lanjutan dalam konflik melawan Iran. Penambahan pasukan ini terjadi saat pemerintahan Donald Trump menimbang berbagai kemungkinan, termasuk operasi darat di wilayah Iran. Dua pejabat AS mengatakan bahwa ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS telah mulai tiba di kawasan tersebut. Pasukan ini dikenal sebagai pasukan penerjun payung yang dapat dikerahkan dengan cepat untuk operasi tempur skala besar. Pejabat tidak secara spesifik menyebutkan lokasi penempatan pasukan, namun menyatakan langkah tersebut sudah diperkirakan. Pasukan tersebut berpotensi digunakan dalam berbagai skenario konflik, termasuk kemungkinan merebut Pulau Kharg, pusat ekspor sekitar 90% minyak Iran. Diskusi internal pemerintahan AS juga mencakup kemungkinan penggunaan pasukan darat di Iran untuk mengekstraksi uranium yang diperkaya tinggi. Pembahasan juga mencakup kemungkinan menempatkan pasukan AS di Iran guna mengamankan jalur aman bagi kapal tanker minyak melalui Strait of Hormuz. Trump mengatakan AS sedang melakukan pembicaraan dengan “rezim yang lebih masuk akal” untuk mengakhiri perang di Iran, namun ia kembali memperingatkan Teheran agar membuka Selat Hormuz atau menghadapi risiko serangan AS terhadap ladang minyak dan pembangkit listriknya. Sejak operasi dimulai pada 28 Februari, Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 11.000 target. Lebih dari 300 tentara AS terluka dan 13 anggota militer tewas dalam operasi yang diberi nama Operation Epic Fury.

Source link