Penyanyi Angel Pieters kembali meramaikan industri musik dengan merilis single pop terbarunya berjudul “Garis Tangan” melalui label Nocturn Records. Lagu ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan bermusiknya. Tak sekadar merilis karya, Angel menghadapi tantangan besar selama proses penggarapan lagu. Ia memilih untuk mempelajari teknik vokal dari awal demi bisa menyampaikan emosi lagu secara lebih mendalam. Kolaborasi dengan sejumlah musisi, termasuk produser Martinus Layardo dan penulis lirik Mo Kamga, serta dukungan Ambram Lembono serta Kitut Sinjingo, membuat proses pengerjaan lagu berjalan cepat sekaligus penuh pembelajaran.
“Garis Tangan” membawa pesan reflektif tentang kehidupan dan penerimaan terhadap hal-hal yang berada di luar kendali manusia. Lagu ini juga ditujukan sebagai penyemangat bagi mereka yang tengah berjuang menghadapi berbagai tantangan hidup. Dari sisi visual, ilustrasi karya ini dipercantik dengan sentuhan Henricus dari Artnivora, diinspirasi oleh pengalaman Angel saat mengunjungi sebuah kuil. Video musiknya disutradarai oleh Reuben Tourino, dengan Davy Linggar sebagai penata sinematografi dan Rizza Badudu di bagian penyuntingan. Peluncuran lagu ini membuat Angel merasa seperti lahir kembali sebagai musisi.
Angel juga tengah menyiapkan mini album (EP) yang direncanakan rilis pada akhir tahun. Materi untuk EP ini telah disiapkan sejak tahun lalu, dengan Angel mulai aktif menulis lirik lagunya sendiri. Album mendatang ini akan menjadi karya solo keempatnya, dengan warna pop yang konsisten seperti yang terdengar dalam single “Garis Tangan”. Lagu ini menantang Angel untuk keluar dari zona nyamannya dan mengontrol emosi serta teknik vokal yang lebih halus.



