Trump Dukungannya Merosot ke Posisi Terendah

by

Tingkat Dukungan untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump Menurun Tajam

Sejumlah survei politik terbaru menunjukkan tren penurunan dukungan publik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terutama dalam penanganan ekonomi, imigrasi, dan konflik dengan Iran. Survei yang dilakukan oleh Reuters-Ipsos, Strength in Numbers-Verasight, dan AP-NORC menempatkan tingkat persetujuan Trump di kisaran pertengahan 30-an, mengindikasikan penurunan yang signifikan dalam tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden.

Survei AP-NORC menunjukkan bahwa tujuh dari 10 warga Amerika menilai kondisi ekonomi buruk dan percaya negara sedang menuju ke arah yang salah. Hal ini ditandai dengan turunnya tingkat persetujuan terhadap penanganan ekonomi oleh Trump menjadi 30%, dibandingkan dengan 38% pada Maret. Ketidakpuasan juga terlihat dalam isu biaya hidup, di mana hanya 23% responden yang menyatakan setuju dengan cara Trump menangani masalah tersebut.

Selain itu, survei yang dilakukan oleh Reuters-Ipsos juga menyoroti kebijakan deportasi imigran yang menjadi fokus Trump. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas warga AS cenderung tidak mendukung kandidat yang mendukung kebijakan tersebut. Perpecahan pandangan juga terlihat di kalangan pemilih independen, di mana banyak yang lebih memilih kandidat yang menentang kebijakan deportasi Trump.

Meskipun dukungan dari basis Partai Republik masih cukup solid, namun tingkat persetujuan terhadap Trump secara pribadi terus menurun. Survei juga menunjukkan bahwa hanya sepertiga warga AS yang merasa negara berada di jalur yang benar, dengan isu ekonomi menjadi fokus utama perhatian publik saat ini. Disamping itu, penolakan terhadap kebijakan konflik Iran yang digulirkan Trump juga semakin meningkat, dengan mayoritas responden menilai bahwa AS seharusnya tidak mengambil tindakan militer tambahan terhadap Iran.

Sementara itu, Trump dan Partai Republik masih mendapat dukungan dalam isu reformasi pemilu. Mayoritas warga AS mendukung kewajiban penggunaan identitas foto resmi pemerintah bagi pemilih dan juga mendukung pencantuman bukti kewarganegaraan dalam dokumen identitas tersebut. Meskipun demikian, survei menunjukkan bahwa tantangan besar masih menghadang kandidat Partai Republik dalam mempertahankan mayoritas di Kongres, karena banyak warga AS yang tidak puas dengan arah negara saat ini.

Source link