Taylor Swift Melawan Ancaman AI dengan Mempatenkan Suara dan Fotonya
JAKARTA – Taylor Swift, salah satu penyanyi terkenal, mengambil langkah unik untuk melawan ancaman dari Artificial Intelligence (AI) dengan mematenkan suara dan fotonya.
Kecerdasan AI telah membuat Swift merasa resah karena beberapa foto dan suaranya telah disalahgunakan di berbagai konteks, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS di mana tim sukses Donald Trump membagikan gambar Swift yang dihasilkan oleh AI, menyiratkan bahwa ia mendukung Trump.
Paten Merek Dagang Taylor Swift
Dalam upaya melindungi dirinya, Taylor Swift dibantu oleh seorang pengacara kekayaan intelektual untuk mematenkan suara dan foto-fotonya melalui pendaftaran merek dagang.
Swift mengajukan tiga permohonan paten merek dagang kepada Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat. Salah satunya adalah suara Swift yang mengucapkan “Hey, it’s Taylor Swift” dan “Hey, it’s Taylor”. Selain itu, untuk foto ikoniknya bersama gitar merah muda juga didaftarkan.
Pihak Swift berharap dengan paten ini, ia dapat melindungi dirinya jika suara atau foto-fotonya disalahgunakan di masa depan. Meskipun tidak semua negara bagian di Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Hal Publisitas, langkah ini tetap dianggap sebagai langkah preventif.
Menurut The Hollywood Reporter, langkah Taylor Swift untuk mematenkan suara dan foto-fotonya juga bisa menjadi argumen jika terdapat kreasi AI yang menggunakan elemen-elemen tersebut tanpa izin, yang dapat melanggar hak kekayaan intelektualnya.
Dengan langkah ini, Taylor Swift memberikan sinyal bahwa keamanan data pribadi dan hak kekayaan intelektual merupakan hal yang sangat penting, terutama di era digital dimana teknologi seperti AI semakin berkembang pesat.


