Bruce Willis dan Keluarga Akan Mendonorkan Otak untuk Penelitian Medis
JAKARTA – Aktor Bruce Willis bersama keluarganya telah sepakat untuk mendonorkan otaknya setelah meninggal dunia. Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk mendukung penelitian medis dalam memerangi penyakit saraf yang belum memiliki obat.
Dalam pernyataannya, Emma Heming, istri Bruce Willis, menyampaikan bahwa keluarga berharap dapat memberikan kontribusi nyata pada dunia sains terkait penyakit demensia frontotemporal (FTD) yang diderita Bruce Willis. Sang aktor sendiri didiagnosis menderita FTD pada awal tahun 2023 dan mengalami penurunan kemampuan kognitif serta komunikasi yang signifikan.
FTD dan Gejalanya
Dementia frontotemporal (FTD) merupakan kelompok penyakit neurodegeneratif progresif yang merusak lobus frontal dan temporal otak. Hal ini menyebabkan perubahan perilaku, kepribadian, serta kemampuan berbahasa pada penderitanya. FTD biasanya menyerang usia muda, antara 45-65 tahun, dan gejalanya meliputi kesulitan berbicara, impulsif, serta kehilangan empati.
Bruce Willis, aktor yang dikenal melalui berbagai film box office seperti Die Hard, Armageddon, dan The Sixth Sense, memutuskan untuk pensiun setelah film terakhirnya, Assassin pada tahun 2023. Ia telah meraih berbagai penghargaan, termasuk Golden Globe dan bintang di Hollywood Walk of Fame.
Keluarga Willis mengungkapkan bahwa kondisi Bruce saat ini stabil meskipun mengalami kesulitan berkomunikasi dan perubahan perilaku. Mereka terus memberikan dukungan dan kebersamaan untuk memastikan kualitas hidup Bruce tetap baik.
Dengan langkah ini, diharapkan penelitian medis dapat semakin maju dan menemukan cara untuk mengatasi penyakit mematikan seperti FTD. Keputusan Bruce Willis dan keluarga untuk mendonorkan otaknya merupakan bentuk keberanian dan kepedulian yang patut diapresiasi.



