Drone China Unggul di Medan Perang: Pesawat Tanpa Awak AS Kalah

by

Amerika Serikat Gagal Lawan Dominasi Drone China

Jakarta, CNBC Indonesia – Memasuki era modern saat ini, persaingan antara negara-negara besar semakin memanas, terutama dalam pengembangan teknologi militer. Amerika Serikat (AS) kembali mendapat tantangan serius dari China terkait dominasi drone di medan perang.

China disebut berhasil mengungguli AS dalam hal produksi drone yang diakui memiliki kualitas tinggi namun dengan harga yang relatif rendah. Sebuah laporan dari Wall Street Journal mengungkapkan bahwa China bahkan turut serta dalam perseteruan antara Iran, Israel, dan AS dalam konflik beberapa waktu lalu.

China: Pemain Kuat dalam Industri Drone Militer

Drone yang ditemukan di Ukraina baru-baru ini mengungkap adanya komponen dari China, mulai dari baterai, motor, hingga chip. Banyak analis pertahanan dan pakar industri yang meyakini bahwa dominasi China dalam pengembangan drone tidak bisa dianggap remeh.

Bahkan, spesialis drone Bulava yang menggunakan nama samaran Udav menyatakan bahwa China telah memenangkan Perang Dunia III dalam hal teknologi drone. Segalanya berada di tangan China dan sulit bagi AS untuk menyaingi dalam waktu dekat maupun jangka panjang.

AS: Langkah Strategis dengan Program Dominasi Drone

Namun, AS tidak tinggal diam dalam menghadapi dominasi China. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, telah merancang program Dominasi Drone senilai US$1,1 miliar. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan produksi drone dalam negeri AS dan menurunkan biaya produksi dengan melakukan perjanjian pembelian dengan pemasok lokal.

Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi AS cukup besar. China masih unggul dalam hal skalabilitas produksi dengan harga yang lebih murah. Sebagai perbandingan, drone buatan AS bernilai tiga kali lipat lebih mahal daripada drone China yang sebanding.

Selain itu, AS juga dihadapkan pada tantangan terkait baterai dan motor drone yang dominan dipasok oleh China. Meskipun pemerintahan Donald Trump telah mengalokasikan investasi miliaran dolar untuk memproduksi mineral penting bagi baterai dan motor drone dalam negeri, namun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun infrastruktur produksi massal yang kompleks.

Source link