BPS Rilis Acuan Terbaru Kondisi Industri Indonesia: Analisis Hasil

by

BPS Rilis Indeks IKBM untuk Pantau Industri Manufaktur

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis indeks baru yang ditujukan untuk menggambarkan kondisi aktivitas industri manufaktur di Indonesia. Indeks ini dikenal dengan nama IKBM atau Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur. Bentuknya pun serupa dengan Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur.

Tujuan Indeks IKBM

Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti menjelaskan bahwa IKBM dibuat dengan tujuan memberikan gambaran kegiatan ekonomi dari sektor industri pengolahan. Indeks ini disusun berdasarkan hasil survei industri besar dan sedang secara triwulanan, dengan cakupan sample pada industri skala besar dan sedang di non kawasan, maupun kawasan industri (KI) dan kawasan ekonomi khusus (KEK).

Pemilihan sample menggunakan metode probabilistic sampling, dan IKBM diestimasi pada level nasional. Indeks ini memiliki lima aspek utama, yaitu pesanan, produksi, tenaga kerja, waktu pengiriman, dan persediaan bahan baku.

Hasil IKBM dan Analisis Amalia

Pada kuartal I-2026, IKBM tercatat sebesar 51,37, sedikit lebih rendah dari level kuartal IV-2025 yang sebesar 52,21 namun masih lebih tinggi dari kuartal III-2025 yang sebesar 50,62. Meskipun turun, angka di atas 50 tersebut masih menunjukkan ekspansi industri dalam negeri.

Menurut Amalia, hampir seluruh komponen pembentuk IKBM mengalami ekspansi kecuali untuk komponen waktu pengiriman yang mengalami kontraksi. Artinya, pesanan, produksi, tenaga kerja, dan stok masih dalam tahap ekspansi.

Dengan rilis indeks IKBM ini, diharapkan dapat menjadi acuan yang baik untuk memantau perkembangan industri manufaktur di Indonesia secara lebih komprehensif dan transparan.

Source link