Profil Pendiri Organisasi ‘Yakuza Manages’ di RI

by

Yakuza Maneges: Gerakan Sosial dan Spiritual Menyatukan Masyarakat Marginal

Sebuah organisasi yang menarik perhatian publik, Yakuza Maneges, baru saja dideklarasikan di Kota Kediri, Jawa Timur. Berbeda dengan citra ‘Yakuza’ yang sering identik dengan mafia Jepang, organisasi ini mengusung gerakan sosial dan spiritual untuk merangkul masyarakat marginal dalam lingkup lokal.

Pendiri dan Filosofi

Di bawah pimpinan Gus Thuba, Yakuza Maneges lahir sebagai wadah untuk meluaskan ruang dakwah inklusif. Thuba, seorang tokoh muda dengan latar belakang spiritualitas dan keberadaan pesantren, membangun organisasi ini dengan landasan ideologi yang unik dan berbeda. Terinspirasi oleh Gus Miek, seorang ulama kharismatik asal Kediri, Thuba menjadikan ajaran dan pendekatan Gus Miek sebagai dasar utama dalam upaya merangkul masyarakat marginal.

Peresmian Yakuza Maneges di Kediri turut dihadiri oleh Wali Kota setempat, Vinanda Prameswati, yang memberikan dukungan penuh terhadap gerakan tersebut. Dengan nama lengkap Thuba Topo Broto Maneges, Thuba dengan tegas mengungkapkan bahwa Yakuza Maneges bukanlah organisasi biasa, melainkan sebuah tempat bagi mereka yang sering dianggap sebagai ‘santri jalur kiri’.

Ideologi Yakuza Maneges

Terlepas dari kontroversi yang mungkin muncul terkait penggunaan nama ‘Yakuza’, Gus Thuba menjelaskan bahwa nama tersebut dipilih dengan maksud dan makna tersendiri. Di bawah kepemimpinannya, Yakuza Maneges bukanlah sekadar kelompok biasa, melainkan sebuah tempat di mana semua elemen masyarakat, termasuk yang sering dianggap ‘nakal’ atau ‘terbuang’, bisa merasakan kehadiran spiritual dan kemanusiaan yang kuat.

Akhirnya, Yakuza Maneges hadir sebagai jawaban atas kompleksitas sosial di tengah masyarakat. Mengusung semangat pengabdian dan inklusi, Thuba dan jajaran Yakuza Maneges berkomitmen untuk terus bergerak maju sebagai agen perubahan yang mencerahkan bagi masyarakat marginal di Kota Kediri.

Source link