Kisah Sukses AS Menekan Kuba: BBM Kosong, Listrik Padam 22 Jam/hari

by

Amerika Serikat Beri Peringatan Kuba Terkait Pasokan Minyak

Pada hari Kamis, Direktur badan intelijen Amerika Serikat (CIA) John Ratcliffe melakukan perjalanan ke Kuba setelah Havana mengalami kehabisan pasokan bahan bakar minyak untuk konsumen dan bisnis. Ratcliffe menyampaikan pesan keras kepada pemerintah Kuba terkait peningkatan kolaborasi dengan Rusia dan China di bidang intelijen.

Ratcliffe Kunjungi Kuba dalam Misi Khusus

Dilansir dari The New York Times, Ratcliffe merupakan pejabat pemerintahan Trump tertinggi yang mengunjungi Kuba. Kunjungannya merupakan bagian dari upaya peningkatan tekanan terhadap pemerintah Komunis Kuba, sesuai dengan tuntutan Presiden Donald Trump untuk adanya perubahan rezim di negara tersebut. CIA mengonfirmasi bahwa dalam perjalanannya, Ratcliffe bertemu dengan tokoh-tokoh berpengaruh di Kuba, seperti Raúl G. Rodríguez Castro dan Lázaro Álvarez Casas.

Pada saat yang bersamaan, jaksa federal di Miami sedang menyiapkan dakwaan terhadap Raúl Castro senior, yang masih memiliki pengaruh dalam politik Kuba. Dakwaan tersebut berkaitan dengan perdagangan narkoba dan peristiwa penembakan pesawat Brothers to the Rescue pada tahun 1996.

Krisis Energi di Kuba

Menteri energi dan pertambangan Kuba, Vicente de la O Levy, telah mengumumkan bahwa negara tersebut mengalami kekurangan pasokan minyak untuk penggunaan domestik dan pembangkit listrik. Akibatnya, pemadaman listrik di Havana mencapai 20-22 jam sehari, memaksa warga Kuba untuk beralih ke sumber energi alternatif seperti arang atau kayu.

Krisis energi Kuba telah berlangsung lebih dari dua tahun, dipicu oleh infrastruktur yang buruk dan kelangkaan pasokan minyak dari Venezuela. Pasokan minyak dari Venezuela ke Kuba berhenti pada bulan Januari setelah Amerika Serikat mengambil alih industri minyak Venezuela. Pemerintahan Trump juga memberlakukan blokade terhadap impor minyak Kuba seiring dengan upaya untuk mendakwa Raúl Castro.

Upaya pemerintahan Trump terhadap Kuba tampaknya bertujuan untuk mengubah struktur politik dan ekonomi negara tersebut. Namun, belum ada rincian konkretnya mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam upaya tersebut.

Source link