Gelombang Panas Ekstrem Membuat Eropa Barat Krisis Iklim?

by

Gelombang Panas Melanda Eropa dan India

Jakarta, CNBC Indonesia – Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Eropa Barat dan India mengingatkan kembali akan eskalasi krisis iklim global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa anomali cuaca tersebut disebabkan oleh pola konsumsi bahan bakar fosil di seluruh dunia.

Eksekutif Sekretaris Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, Simon Stiell, menyoroti bahwa suhu luar biasa tinggi yang terjadi di negara-negara Eropa bukanlah kejadian biasa. Menurutnya, perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia secara signifikan meningkatkan intensitas dan frekuensi gelombang panas seperti ini.

Situasi Krisis di India

Selain Eropa, India juga mengalami situasi kritis akibat gelombang panas. Pasukan setempat berjuang untuk memadamkan kebakaran hutan sementara warga negara India harus berhadapan dengan suhu ekstrem yang membahayakan nyawa. Data dari AQI, lembaga pemantau kualitas udara internasional, menunjukkan bahwa 45 dari kota terpanas di dunia berada di India pada hari Rabu lalu, dengan suhu mencapai di atas 43 derajat Celsius.

Stiell menekankan bahwa melindungi kehidupan manusia, keberlangsungan bisnis, dan perekonomian dari dampak gelombang panas ekstrem serta dampak negatif perubahan iklim lainnya menjadi tanggung jawab bersama setiap negara. Hal ini harus dimulai dengan upaya konkret untuk mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil sebelum terlambat.

Gelombang Panas di Eropa

Berbagai negara di Eropa, termasuk Prancis, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, dan Austria juga mengalami suhu tinggi yang mencapai rekor pada bulan Mei ini. Pada hari Selasa, Prancis melaporkan minimal tujuh kematian terkait dengan gelombang panas, di mana sebagian besar korban meninggal akibat tenggelam saat mencari suaka di tempat berair.

Inggris juga tidak luput dari dampak gelombang panas, dengan empat remaja yang tewas tenggelam sejak akhir pekan lalu. Selain itu, kedua negara ini mencatat hari terpanas sepanjang sejarah pada bulan Mei, memuncak pada hari Senin dan Selasa lalu.

Source link