Garuda di Dadaku: Kisah Perjuangan Melalui Dunia Animasi
Film animasi “Garuda di Dadaku” hadir dengan wajah baru yang lebih segar, mengangkat kisah perjuangan, persahabatan, dan keberanian mengejar mimpi melalui dunia sepak bola. Film karya anak bangsa ini membawa kembali semangat yang melekat di hati penonton Indonesia.
Cerita berpusat pada Putra, seorang anak dengan impian menjadi pesepak bola terbaik Indonesia. Meski dihadapi berbagai keterbatasan dan keraguan, Putra terus berjuang untuk membuktikan bahwa tekad bisa mengatasi segala hambatan.
Perjalanan Penuh Liku Putra
Perjalanan Putra penuh liku. Kegagalan, konflik dengan teman, dan rasa percaya diri berlebihan menjadi ujian baginya. Namun, dengan dukungan sahabat dan orang-orang yang percaya padanya, Putra mampu bangkit dan mengejar impian yang tampak tak mungkin.
Usaha Putra tidak selalu mulus. Perselisihan dengan teman dan kepercayaan diri yang terlalu tinggi membuatnya terjatuh. Namun, keberanian Putra tumbuh berkat dukungan orang-orang di sekitarnya yang yakin akan potensinya.
Karya Orisinal Indonesia
“Garuda Didadaku” disutradarai oleh Ronny Gani, yang terlibat dalam film Marvel Cinematic Universe dan “Transformers: Age of Extinction”. Film ini menghadirkan cerita karya Shanty Harmayn dan Salman Aristo dalam bentuk animasi, setelah sukses dengan versi live-action sebelumnya.
Produksi film melibatkan sekitar 500 animator Indonesia dari berbagai daerah, menghasilkan karya animasi orisinal yang berbeda dan komikal. Desain karakter yang unik dan penggunaan unsur fantasi membuat versi animasi “Garuda di Dadaku” tampil istimewa.
Film ini juga membawa lagu ikonis yang dinyanyikan ulang oleh Isyana Sarasvati, memperkuat semangat nasionalisme. Kehadiran film animasi ini mendapat sambutan baik di dalam negeri maupun di luar, termasuk dalam kompetisi Shanghai International Film Festival.
Industri film animasi Indonesia semakin diperkuat dengan kesuksesan “Garuda di Dadaku” versi animasi ini. Dukungan pemerintah, terutama Kementerian Ekonomi Kreatif, turut memperkuat komitmen untuk meningkatkan daya saing KI lokal.
Penayangan perdana “Garuda di Dadaku” versi animasi pada 12 Juni 2026 juga bertepatan dengan momen Piala Dunia 2026, menambah keistimewaan bagi karya animasi anak bangsa ini.



