Inflasi dan Beban Meningkat, Wapres Perhatikan Dampak pada Hidup Warga Indonesia

by

Memburuknya Kondisi Ekonomi Indonesia di Masa Awal Kemerdekaan

Ekonomi Indonesia pada masa awal kemerdekaan mengalami tekanan berat, yang menyebabkan Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, memberikan kritik pedas kepada Presiden Soekarno. Bahkan, Hatta menyatakan bahwa penderitaan ekonomi rakyat saat itu lebih parah daripada masa penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang.

Kritik dari Mohammad Hatta

Pada 17 Juni 1963, Hatta menulis surat kepada Soekarno yang isinya mencerminkan keprihatinan mendalamnya terhadap arah negara. Menurut Hatta, ekonomi Indonesia mengalami kemerosotan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di tengah inflasi yang tinggi dan melonjaknya harga kebutuhan pokok, rakyat Indonesia terbebani dengan kebijakan pemerintah yang dianggapnya keliru.

Dalam suratnya, Hatta juga menyoroti munculnya kesenjangan antara golongan kaya dan miskin yang semakin melebar, serta menyebutkan bahwa kondisi tersebut belum pernah setajam dan seburuk pada masa itu.

Akibat Dari Kebijakan Ekonomi Keliru

Hatta menegaskan bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan saat itu justru memperberat beban rakyat. Selain itu, ia juga menyoroti elit-elit yang hidup mewah di tengah sulitnya kehidupan masyarakat, menjadikan pertentangan antara kaya dan miskin semakin mencolok.

Pengalaman pribadi Hatta, yang harus mengalokasikan sebagian besar uang pensiunnya untuk membayar tagihan listrik, menjadi salah satu pemantik kekecewaannya terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Surat kritik Hatta tersebut kemudian dikenal sebagai salah satu kritik paling tajam terhadap Soekarno. Beberapa tahun kemudian, krisis ekonomi yang semakin parah turut berperan dalam melemahkan posisi politik Soekarno hingga kehilangan kekuasaan.

Source link