Rocky Gerung di Film ‘RBMT’: Angkat Isu Sensitif Sejarah Tionghoa

by






Rocky Gerung Sukses Mengejutkan Publik Lewat Film Debutnya

Rocky Gerung Sukses Mengejutkan Publik Lewat Film Debutnya

Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung sukses mengejutkan publik lewat debut aktingnya dalam film layar lebar terbaru berjudul ‘Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang’ (RBMT). Dilansir dari Times Indonesia, pria yang biasanya dikenal dengan analisis politiknya yang tajam ini justru dipercaya memerankan karakter unik sebagai seorang chef atau koki.

Debut Akting Gemilang di Kompetisi Internasional

Film ini mencetak prestasi gemilang dengan menembus kompetisi utama internasional di Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026 yang berlangsung pada 12–21 Juni 2026. Rocky mengungkapkan bahwa ia langsung tertarik mengambil peran tersebut setelah membaca skenario film yang dinilainya berani menyuarakan aspirasi kaum Tionghoa Indonesia.

Film RBMT Masuk Kompetisi Utama Golden Goblet Main Competition

Kerja keras Rocky di lokasi syuting langsung menuai apresiasi positif dari sang sutradara, Ismail Basbeth. Film RBMT produksi Matta Cinema Production bersama Ruang Basbeth Bercerita ini resmi terpilih masuk kompetisi utama Golden Goblet Main Competition di SIFF 2026, melalui world premiere dan bersaing dalam tujuh kategori sekaligus, termasuk Best Feature, Best Director, dan Best Outstanding Artistic.

CEO Matta Cinema Production, Nugroho Dewanto, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan kehormatan besar bagi industri perfilman Indonesia.

Isi Cerita Film RBMT dan Penyampaian Isu Sensitif

Film RBMT sendiri merupakan adaptasi dari novel karya Wisnu Suryaning Adji. Kisahnya berpusat pada tokoh Encek yang menghadapi trauma psikologis, diskriminasi, politik, dan pergulatan identitas lintas generasi, dari era 1950-an hingga kerusuhan 1998. Konflik memuncak saat Encek merencanakan sebuah makan malam terakhir bersama anak-anaknya sebagai simbol refleksi sosial yang tajam.

Melalui tokoh Encek, film ini mengajak penonton memahami realitas kehidupan Tionghoa di Indonesia serta keberanian memutus rantai trauma generasi.

Berita ini pertama kali diterbitkan di Times Indonesia.


Source link