Bencana Kiriman dari Indonesia Mengkhawatirkan Singapura

by

Singapura Mewaspadai Potensi Kabut Asap Lintas Batas 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Singapura meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kembalinya bencana kabut asap lintas batas (transboundary haze) yang diperkirakan mengancam kawasan Asia Tenggara pada paruh kedua 2026. Kekhawatiran tersebut muncul setelah Singapore Institute of International Affairs (SIIA) mengeluarkan peringatan risiko tertinggi dalam laporan Haze Outlook 2026, yang memprediksi periode Agustus hingga September menjadi masa paling rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pentingnya Praktik Pengelolaan Lahan Berkelanjutan

Ketua SIIA Simon Tay mengatakan, prakiraan musim kemarau yang lebih ekstrem meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, namun hal tersebut tidak berarti bencana kabut asap tidak dapat dicegah. Ia menekankan pentingnya mempertahankan praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan di seluruh rantai pasok, termasuk bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang menghadapi tekanan ekonomi.

“Tantangannya adalah memastikan bahwa praktik-praktik berkelanjutan dipertahankan di seluruh rantai pasokan, termasuk oleh usaha kecil dan menengah yang mungkin beroperasi di bawah tekanan ekonomi yang lebih ketat,” ujar Simon Tay.

Ancaman Kabut Asap di Asia Tenggara

Laporan SIIA menyebut Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei berpotensi terdampak kabut asap apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino. Hal ini merupakan kali kedua SIIA mengeluarkan status risiko tertinggi setelah kabut asap kembali menyelimuti Singapura pada tahun 2023. Kabut asap lintas batas sebagian besar berasal dari kebakaran hutan dan gambut di kawasan tersebut.

SIIA juga menyoroti kondisi Indonesia yang akan menghadapi musim kemarau berisiko tinggi pertama di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kementerian Kehutanan maupun sejumlah pemerintah daerah berada di bawah tekanan, yang dapat memengaruhi kesiapan pencegahan maupun penanganan kebakaran selama musim kemarau.

Kondisi cuaca pada sisa tahun 2026 berpotensi menjadi salah satu musim kemarau terpanas dan terkering yang pernah tercatat, sehingga meningkatkan risiko kebakaran lahan yang dapat menyebar di luar kendali. Laporan SIIA menyarankan pentingnya langkah mitigasi yang optimal untuk mencegah terjadinya bencana kabut asap lintas negara yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi, transportasi, dan kesehatan masyarakat di Asia Tenggara.

Source link