Pesanan Motor ke Jatim Mengejutkan Pabrik Eropa

by

Sejarah Johnny Potter, Pemilik Motor Pertama di Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Pesanan motor ke Jawa Timur membawa kejutan bagi sebuah pabrik di Eropa. Pasalnya, pesanan tersebut datang dari seorang buruh pabrik di Probolinggo, Jawa Timur, yang ternyata merupakan pemilik motor pertama di Indonesia, yaitu John Charles Matthew Potter.

Potter, seorang warga Inggris, merantau ke Indonesia dan bekerja sebagai buruh pabrik di Probolinggo. Awalnya, dia bekerja sebagai masinis di pabrik gula selama bertahun-tahun, namun kemudian beralih profesi menjadi seorang teknisi yang mahir dalam mereparasi mesin-mesin pabrik gula.

Potter dan Pesanan Motor dari Eropa

Dikenal sebagai sosok giat dan terampil, Potter berhasil membuat banyak pabrik gula mengalami modernisasi di tangan baiknya. Hasil kerjanya yang memuaskan juga menghasilkan penghasilan besar bagi Potter.

Potter memutuskan untuk menggunakan uangnya untuk membeli sepeda motor dari Jerman, tepatnya dari pabrik Hildebrand und Wolfmuller, pada tahun 1893. Motor tersebut memiliki kapasitas 1.500 cc dengan kecepatan mencapai 45 Km/jam.

Sejarah Perkembangan Transportasi di Indonesia

Pesanan motor dari Potter mengejutkan pabrikan Eropa karena itu merupakan pesanan pertama mereka dari luar Eropa. Pengiriman motor ke Jawa Timur juga menjadi kejutan karena sebelumnya tidak ada informasi mengenai lokasi tersebut.

Dengan keberadaan motor pertamanya, Potter menjadi pionir dalam memperkenalkan teknologi sepeda motor dan mobil di Indonesia. Setelah mendapatkan izin dari pemerintah, Potter kerap memacu motor pertamanya di jalan raya, menarik perhatian banyak orang.

Kedatangan motor dan mobil pertama di Indonesia berkat usaha Potter sebagai perantara antara pabrikan Eropa dan konsumen Indonesia, terutama orang-orang kaya. Lambat laun, motor dan mobil mulai menggantikan transportasi tradisional yang menggunakan hewan sebagai tenaga penggerak.

Dengan perkembangan tersebut, simbol kekayaan di Indonesia berubah dari kepemilikan kereta kuda menjadi motor atau mobil. Motor dan mobil menjadi alat transportasi yang penting karena mampu menjangkau wilayah yang tidak terjangkau oleh kereta api.

Popularitas motor dan mobil terus meningkat, di mana pada tahun 1928, jumlah mobil dan motor di Indonesia sudah mencapai angka yang cukup signifikan. Dengan demikian, sejarah transportasi di Indonesia terus berkembang seiring dengan perubahan zaman.

Source link