Pasokan Senjata NATO Macet, Eropa Merasa Terancam

by

AS Kehabisan Rudal, Eropa Takut Pasokan Senjata NATO Macet Total

Jakarta, CNBC Indonesia – Bahaya besar melanda Eropa karena Amerika Serikat (AS) tidak lagi mampu memasok senjata yang telah dijanjikan kepada sekutu NATO. Krisis pasokan ini disebabkan karena persediaan militer Pentagon yang melimpah telah habis untuk membiayai konflik di Ukraina dan Iran. Laporan dari The Guardian pada Selasa (7/7/2026) mengungkapkan bahwa Washington telah menunda atau bahkan membatalkan pengiriman senjata utama ke Eropa, seperti rudal Tomahawk, artileri roket Himars, dan rudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3).

Eropa Saling Bergantung Saat Pasokan Senjata Terhenti

AS diketahui telah menggunakan sekitar 50% dari total 2.330 stok rudal Patriot mereka hingga April tahun ini dalam menghadapi perang dengan Iran. Rudal tersebut sangat penting dalam menangkal ancaman serangan udara Rusia jika konflik bersenjata meluas ke wilayah Eropa. Hal ini semakin nyata setelah sejumlah rudal Rusia menewaskan puluhan warga di Ukraina, yang menyebabkan Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan kegagalan militernya dalam menghadapi serangan tersebut.

“Alasan dari hal ini justru karena pasokan rudal pencegat yang tidak mencukupi,” ujar Zelenskyy melalui pernyataan resminya. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari Amerika dan mitra Eropa untuk melindungi nyawa warga sipil.

Eropa Harus Mandiri dalam Pertahanan

Kelangkaan ini telah menimbulkan kemarahan di ibu kota Eropa, yang selama ini terpaksa bersabar demi menjaga hubungan dengan pemerintahan AS. Sementara itu, anggota NATO diminta untuk meningkatkan anggaran pertahanan hingga 5% guna membeli senjata buatan Amerika. Hal ini semakin memperparah situasi Eropa, karena AS juga memindahkan sumber daya militer ke Asia, meninggalkan Eropa tanpa prioritas utama.

Mantan penasihat keamanan nasional AS, Phil Gordon, menegaskan bahwa kelangkaan ini terjadi karena keterbatasan fisik komoditas senjata. Eropa diingatkan untuk mandiri dan saling bergantung dalam pertahanan, mengingat prioritas AS yang mulai bergeser ke sekutu lain di luar Eropa.

Source link