Invasi AS ke Pulau Iran: Apakah Trump Mampu Berhasil?

by

Spekulasi Baru: AS Berpotensi Merebut Pulau Iran?

Jakarta, CNBC Indonesia – Serangan Amerika Serikat (AS) ke sejumlah pulau strategis Iran memicu spekulasi baru bahwa Washington tidak hanya ingin melumpuhkan kemampuan militer Teheran, tetapi juga berpotensi merebut wilayah Iran. Meski dinilai memiliki kemampuan militer untuk melakukannya, para analis memperingatkan langkah tersebut justru bisa menyeret AS ke perang darat yang jauh lebih besar dan mahal.

AS Dinilai Mampu Rebut Pulau Iran

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan AS menggempur Pulau Qeshm, Kish, dan Abu Musa, serta sejumlah kota pelabuhan di pesisir selatan Iran, termasuk Bandar Abbas. Serangan-serangan itu kembali memunculkan pertanyaan yang telah beredar sejak awal perang AS-Israel melawan Iran, apakah Washington sedang mempersiapkan operasi untuk merebut wilayah Iran?

Menurut Andreas Krieg, profesor madya bidang studi keamanan di King’s College London, AS secara taktis memang memiliki kemampuan untuk merebut pulau-pulau Iran. Dengan dukungan kekuatan udara, laut, dan pasukan amfibi yang memadai, serta kesiapan menghadapi eskalasi setelahnya, AS dapat menguasai sebuah pulau kecil milik Iran.

Butuh Ribuan Tentara

Krieg memperkirakan operasi terbatas saja membutuhkan sedikitnya 5.000 hingga 10.000 personel militer. Namun, persoalannya bukan hanya pada kemampuan, melainkan biaya yang harus ditanggung. Operasi semacam itu membutuhkan perencanaan yang matang karena tidak hanya tentang merebut, melainkan juga mempertahankan wilayah yang direbut.

Potensi merebut pulau-pulau Iran juga berdampak pada Selat Hormuz, di mana Iran tetap dapat melancarkan serangan dari daratan utama, mengancam jalur pelayaran internasional. Washington harus mempertimbangkan risiko besar bagi stabilitas kawasan dan dunia jika benar-benar terlibat dalam konflik melawan Iran.

Source link