Fortuna Sittard Pinjam Ole Romeny dari Oxford United untuk Menguatkan Lini Serang
Klub kasta tertinggi Liga Belanda, Fortuna Sittard, telah memperkuat lini serang mereka dengan mendatangkan penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny. Pemain berusia 26 tahun tersebut bergabung dengan status pinjaman selama satu musim penuh dari klub Inggris, Oxford United.
Proses Transfer yang Tertunda
Kesepakatan transfer ini diumumkan secara resmi pada Sabtu (11/7/2026) melalui situs resmi dan media sosial klub. Kehadiran Romeny di Fortuna Sittard sekaligus mempertemukannya kembali dengan rekan setimnya di Timnas Indonesia, Justin Hubner. Namun, proses perpindahan striker ini sempat mengalami hambatan administratif sebelum akhirnya resmi diperkenalkan ke publik. Kendala izin kerja ketenagakerjaan di Belanda menjadi penyebab utama keterlambatan penyelesaian transfer sang pemain.
“Kami sudah cukup lama mengupayakan kedatangan Ole, tetapi proses penyelesaian izin kerjanya membuat transfer ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dirampungkan,” ujar Joris Mathijsen selaku Direktur Teknik Fortuna Sittard.
Harapan Besar pada Ole Romeny
Ole Romeny telah dinyatakan lolos seluruh rangkaian tes medis sebelum resmi menandatangani kontrak dan mengenakan jersey Fortuna Sittard. Manajemen klub menaruh harapan besar pada kemampuannya untuk mendongkrak produktivitas gol tim di musim baru. Sejak saat itu, ia terus berkembang dan memperoleh pengalaman di level nasional maupun internasional. Selain itu, kini ia juga telah menjadi pemain internasional bersama Timnas Indonesia.
Selama membela Oxford United sejak Januari 2025, performa Ole Romeny dinilai masih minim kontribusi setelah hanya mencetak satu gol dari total 32 penampilan. Namun, kepindahannya ke Belanda diharapkan menjadi momentum kebangkitan karier profesionalnya di kancah Eropa.
Kedatangan amunisi baru ini diharapkan mampu mendongkrak performa Fortuna Sittard yang pada musim lalu finis di peringkat kesebelas klasemen akhir Eredivisie. Tim tersebut mengumpulkan total 39 poin dari hasil 11 kemenangan, enam kali imbang, dan 17 kali menelan kekalahan.




