Revolusi Informasi: Dari Oker ke Codeisme

by

Codeisme: Dari Lukisan Gua ke Era Kecerdasan Buatan

Sejak manusia pertama kali meninggalkan jejak gambar di dinding gua puluhan ribu tahun lalu, seni selalu memiliki fungsi lebih dari sekadar medium estetika. Fungsi menyimpan pengetahuan, merekam pengalaman, dan mewariskan makna lintas generasi terus berkembang. Inovasi terbaru dalam dunia seni datang dalam wujud Tesla, yang dikembangkan oleh seniman Indonesia Doddy “Mr D” Hernanto. Codeisme adalah gerakan seni yang menggabungkan ekspresi artistik dengan teknologi digital, menciptakan karya yang memadukan keindahan seni dan fungsionalitas teknologi.

Dua Revolusi Informasi dalam Sejarah Seni

Perjalanan manusia dalam menyimpan dan menyampaikan informasi telah mengalami dua revolusi besar. Mulai dari gambar pertama yang diciptakan sebagai media penyimpanan pengetahuan hingga teknologi modern seperti Codeisme, perkembangan seni selalu beriringan dengan perkembangan teknologi informasi. Bukti tertua seni naratif ditemukan di Indonesia, membuktikan bahwa seni tidak hanya bermakna sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai media penyampaian informasi yang melampaui batas-batas komunikasi lisan.

Dari Teori Informasi hingga QR Code

Revolusi kedua dalam penyimpanan informasi melalui teknologi modern mencakup konsep teori informasi yang dikembangkan oleh Claude Shannon dan penciptaan QR code oleh Masahiro Hara. Dua warisan tersebut, meskipun berasal dari jalur yang berbeda, akhirnya bersatu dalam Codeisme. Codeisme mempertemukan karakter artistik dengan fungsionalitas QR code, menciptakan sebuah karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan informasi yang dapat diakses secara digital.

Dengan demikian, Codeisme menghadirkan simbol baru bahwa sejarah, identitas, dan data dapat disatukan dalam satu wadah visual, tetapi tetap relevan dengan perkembangan teknologi modern.

Perkembangan Codeisme juga membuka pintu menuju era kecerdasan buatan sebagai mitra seni. Dengan bantuan AI, karya seni dapat menyajikan pengalaman interaktif yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan konteks tertentu. Dengan demikian, Codeisme bukan sekadar gerakan artistik, tetapi juga merupakan perwujudan dari evolusi panjang manusia dalam menyimpan, mengolah, dan mentransmisikan informasi.

Source link