Atlet Menembak Remaja Surabaya Bangkit Lawan Trauma Demi Seleksi Porprov
Seorang atlet menembak remaja berusia 15 tahun bernama P menunjukkan ketangguhannya dengan kembali turun ke lapangan tembak Perbakin Surabaya. Ini dilakukan sebagai persiapan matang menghadapi seleksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Sebelumnya, P harus beristirahat sejenak karena menjadi korban dugaan pelecehan seksual.
Dukungan Keluarga dan Lingkungan
Pemulihan P, baik secara mental maupun fisik, tidak terlepas dari dukungan penuh dari pihak keluarga dan orang-orang terdekatnya. Dukungan moral yang luar biasa dari mereka menjadi pendorong utama bagi P untuk mengumpulkan keberanian dan kembali mengasah kemampuannya di lapangan tembak.
P sendiri mengungkapkan, “Yang paling utama adalah support dari orang tua pastinya, sama orang-orang di sekitar saya yang sayang sama saya. Itu yang buat saya bangkit kembali dari masa lalu kemarin.”
Persiapan Matang
Untuk mengejar ketertinggalan dan mempersiapkan diri mengikuti seleksi Porprov Jawa Timur, P telah memulai rutinitas latihan sejak beberapa pekan terakhir. Fokus utamanya adalah untuk mengembalikan ritme dan konsentrasi membidik sasaran.
P mengatakan, “Tiga minggu terakhir saya sudah mulai latihan lagi olahraga, drilling sendiri. Saya mulai belajar-belajar buat seleksi.”
Bantuan Fasilitas dan Dukungan Perbakin Surabaya
Dalam sesi latihan perdananya, P mendapat kejutan berupa bantuan satu unit senjata airsoft baru dari Perbakin Surabaya, KONI Surabaya, serta Disbudporapar Surabaya. Bantuan ini sangat berarti bagi P karena sebelumnya ia harus meminjam peralatan dari pihak lain.
Ketua Harian Perbakin Surabaya, Hadi Susilo, mengungkapkan rasa syukurnya melihat perkembangan positif dari P. Pihak asosiasi melihat peningkatan kepercayaan diri yang signifikan pada diri P saat kembali berlatih.
“Hari ini adalah hari pertama P berlatih kembali setelah melalui proses hukum yang begitu panjang. Kami bersyukur, kami senang P bisa bangkit kembali,” kata Hadi Susilo.




