Potensi Indonesia sebagai Tuan Rumah World Expo: Informasi Terbaru

by

Potensi Indonesia Jadi Tuan Rumah World Expo

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memberikan pandangan terhadap peluang Indonesia sebagai tuan rumah World Expo, acara di mana Indonesia sudah berpartisipasi sejak 1971.

Vivi Yulaswati: Kompetisi Menentukan Tuan Rumah

Menurut Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi tuan rumah World Expo. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah kompetisi ketat dalam menawarkan produk yang menarik untuk menjadi paviliun dan tuan rumah acara tersebut.

Vivi menyatakan, “Menjadi tuan rumah World Expo itu butuh tempat yang besar, dan juga biayanya yang besar. Butuh effort yang sangat besar, karena kompetisinya cukup ketat, untuk menentukan siapa yang menjadi tuan rumahnya.”

Persaingan Kompetitif untuk Mendapatkan Gelar Tuan Rumah

Arab Saudi akan menjadi tuan rumah World Expo pada tahun 2030 di Riyadh. Vivi menjelaskan bahwa Arab Saudi melakukan upaya besar untuk dapat mengungguli negara-negara pesaingnya dan akhirnya menjadi tuan rumah. Persaingan tersebut melibatkan Italia, Korea Selatan, dan Arab Saudi, dengan Arab Saudi yang akhirnya keluar sebagai pemenang.

Walau demikian, Vivi berharap Indonesia juga bisa meraih gelar tuan rumah World Expo di masa depan. Harapannya adalah dalam 20 tahun ke depan, Indonesia akan memiliki kesempatan untuk menjadi tuan rumah acara prestisius ini.

Kesuksesan Paviliun Indonesia di World Expo 2025

Pada World Expo 2025 di Osaka, Jepang, Paviliun Indonesia berhasil mencatat berbagai kesepakatan bisnis senilai lebih dari US$28,3 miliar. Terdapat lebih dari 104 forum bisnis dan pertemuan one-on-one yang diadakan di Paviliun Indonesia.

Paviliun Indonesia juga mencatat lebih dari 3,5 juta pengunjung, melampaui target awal sebanyak 2,8 juta pengunjung. Capaian tersebut merupakan hasil dari kerja sama dalam bentuk 20 Nota Kesepahaman, 9 Letter of Intent, 2 Joint Venture Agreement, 1 Joint Statement, dan 11 kesepakatan jual beli paket wisata.

Kesuksesan ini tidak terlepas dari dedikasi para liaison officer yang memberikan pengalaman pengunjung dengan keramahan Indonesia selama acara berlangsung.

Source link