Kerusuhan di Raksasa Nuklir Muslim: 30 Orang Tewas

by

Gelombang Kerusuhan di Kashmir, Pakistan: Demonstran Tewas di Tengah Aksi Protes

Jakarta, CNBC Indonesia – Situasi di Kashmir, yang dikelola oleh Pakistan, kembali memanas. Aparat keamanan dituduh menembak mati setidaknya 30 demonstran tanpa senjata selama dua hari terakhir. Hal ini memicu gelombang kerusuhan berdarah dan eskalasi konflik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir di negara bersenjata nuklir tersebut.

Aksi Protes dan Tindakan Tegas Pemerintah

Joint Awami Action Committee (JAAC), kelompok masyarakat sipil lokal, melaporkan bahwa pasukan keamanan menembaki puluhan ribu demonstran damai. Dampaknya, 25 orang tewas pada Senin dan lima orang tambahan pada Selasa. Aksi protes ini dipicu oleh tuntutan reformasi sistem pemilu dan penghapusan kursi khusus pengungsi.

Penembakan dan Tudingan Terhadap Pemerintah

Juri Bicara JAAC, SA Khan, menuduh aparat keamanan sengaja menghilangkan bukti penembakan dengan menculik jenazah para korban. Situasi semakin memanas dengan penutupan jaringan komunikasi dan internet serta penangkapan massal terhadap para aktivis di wilayah tersebut.

Warga lokal menyaksikan bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan di Mirpur, di mana toko-toko pun terpaksa tutup akibat kekerasan yang terjadi. Pemerintah Pakistan membantah keterlibatan negara dalam penembakan massa demonstran sipil, sementara JAAC menegaskan bahwa narasi tersebut hanya untuk membungkam tuntutan hak politik rakyat.

Reaksi Internasional

Keprihatinan internasional pun muncul, di mana Kepala Hak Asasi Manusia PBB meminta penyelidikan independen atas kasus ini. Amnesty International juga mendesak Islamabad untuk membuka akses komunikasi kembali dan menghentikan kekerasan ilegal terhadap warga.

Saat ini, verifikasi independen terkait jumlah korban tewas sulit dilakukan karena pembatasan media dan blokir internet masih berlangsung di wilayah konflik. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan di Kashmir, Pakistan, sementara konflik antara demonstran dan pihak keamanan terus berlanjut.

Source link