Kisah Profesor Termuda Tewas Terkait Kasus Plagiat

by

Berduka Cita Dunia Akademik Inggris: Jason Arday Ditemukan Tewas

Jakarta, CNBC Indonesia – Dunia akademik Inggris berduka setelah sosiolog asal Inggris Jason Arday ditemukan tewas pada Jumat (14/8/2026), hanya beberapa hari setelah mengundurkan diri dari Universitas Cambridge di tengah tuduhan plagiarisme dan sorotan media.

Sorotan Internasional

Arday menjadi sorotan internasional ketika pada 2023 ia mencatat sejarah sebagai profesor kulit hitam termuda di Universitas Cambridge pada usia 37 tahun. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, ia menghadapi tekanan besar akibat tuduhan plagiarisme dalam karya akademiknya serta pertanyaan mengenai klaim prestasi atletik dan penggalangan dana yang pernah ia sampaikan.

Media Inggris melaporkan bahwa Arday ditemukan dalam kondisi tidak responsif di sebuah rumah di kawasan Battersea, London selatan, pada Jumat sore. Kabar kematiannya muncul pada pekan yang sama dengan peluncuran memoarnya berjudul Great and Unfortunate Things.

Kelompok Kecil yang Penting

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui penerbitnya, keluarga Arday mengaku sangat terpukul atas kepergiannya. Mereka menilai tekanan publik yang dialami Arday telah melampaui batas. Arday menjadi sasaran pelecehan yang berkelanjutan dari pihak-pihak yang berusaha meruntuhkan reputasinya.

Wakil Rektor Universitas Cambridge Deborah Prentice mengaku sangat berduka atas kabar tersebut. Sebelumnya, ia telah mengumumkan bahwa universitas akan menyelidiki proses perekrutan Arday.

Sejumlah pendukungnya, termasuk puluhan akademisi dan politisi, menyebut tuduhan plagiarisme tersebut sebagai kampanye fitnah yang bertujuan merusak reputasi Arday dan akademisi kulit hitam yang memegang posisi berpengaruh.

Karier Arday di Cambridge selama ini dikenal karena kisah hidupnya yang inspiratif. Tuduhan plagiarisme mulai mencuat setelah mantan peneliti filsafat Cambridge mempertanyakan kualifikasinya secara terbuka bulan lalu.

Pada 24 Juli, The Times of London menerbitkan analisis terhadap disertasi doktoral Arday tahun 2015 dan menyebut terdapat sejumlah bagian yang identik atau hampir identik dengan karya peneliti lain.

Jason Arday, mengumumkan keputusannya pada Rabu malam menyusul tuduhan plagiarisme dalam karya akademisnya serta berbagai pertanyaan seputar klaim pencapaiannya di bidang olahraga dan penggalangan dana yang muncul selama beberapa minggu terakhir.

Source link