Eropa Terbelah: Rusia Biang Kerok Nuklir AS

by

Polandia Terbelah Soal Program Senjata Nuklir Amerika Serikat

Jakarta, CNBC Indonesia – Polemik terkait rencana penempatan senjata nuklir Amerika Serikat (AS) kembali mengemuka di NATO setelah Polandia menghadapi perpecahan terkait masuk ke dalam program nuclear sharing.

Hanya ada sembilan negara di dunia yang memiliki program senjata nuklir sendiri, termasuk AS, Inggris, dan Prancis. Di luar ketiga negara nuklir NATO tersebut, negara seperti Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki menjadi tuan rumah bagi bom nuklir gravitasi B61 milik AS sebagai bagian dari skema nuclear sharing yang telah ada sejak masa Perang Dingin.

Perdebatan di Polandia

Perdebatan terkait penempatan senjata nuklir kini bergeser ke Polandia. Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Pawel Zalewski, dengan tegas menyatakan bahwa Polandia tidak berencana mengizinkan hulu ledak nuklir AS berada di wilayahnya.

Perkembangan ini langsung menuai kritik dari pihak oposisi yang terkait dengan Presiden Polandia Karol Nawrocki. Kepala Biro Kebijakan Internasional Nawrocki, Marcin Przydacz, menyebut pernyataan Zalewski sebagai “aneh dan tidak masuk akal” serta bertentangan dengan kebijakan Polandia yang lebih menginginkan keberadaan senjata nuklir di wilayahnya.

Implikasi Penempatan Senjata Nuklir di Polandia

Sejumlah analis mengungkapkan bahwa penempatan senjata nuklir AS di Polandia dapat meningkatkan daya tangkal NATO di kawasan timur. Terlibatnya Polandia dalam skema pembagian nuklir diharapkan dapat membuat Rusia merasa bahwa AS dan NATO benar-benar akan merespons dengan senjata nuklir jika ada ancaman pada sayap timur aliansi.

Namun, langkah tersebut juga membawa risiko eskalasi baru. Rusia kemungkinan akan memanfaatkan penempatan senjata nuklir sebagai “bukti” niat agresif yang dianggap dari AS dan NATO. Oleh karena itu, beberapa opsi seperti sertifikasi pesawat F-35 dan pilot Polandia untuk misi nuklir tanpa menempatkan bom nuklir di Polandia dilihat sebagai langkah yang lebih aman.

Total produk domestik bruto (PDB) yang dialokasikan Polandia untuk pertahanan mencapai sekitar 4,3%. Meskipun demikian, posisi geografis Polandia menempatkannya dalam kerentanan terhadap dampak perang Rusia-Ukraina, dengan adanya laporan sejumlah drone dan rudal Rusia masuk ke wilayahnya.

Source link