Penggabungan Warner Bros. Discovery dengan Paramount Skydance dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kesepakatan tersebut akan menyatukan pemilik HBO Max dan Paramount+ setelah melalui proses persetujuan yang panjang, penyelesaian sengketa, serta persaingan dengan tawaran awal Netflix untuk mengakuisisi WBD.
Menjelang penyelesaian transaksi, CEO David Ellison memperkenalkan nama perusahaan gabungan itu: Skydance. Pengumuman tersebut disampaikan melalui unggahan pertamanya di platform X, yang baru saja ia gunakan. Dengan pengumuman itu, Skydance menjadi nama resmi bagi perusahaan hasil penggabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery.
HBO Max dan Paramount+ akan disatukan
Merger ini juga membuka jalan bagi integrasi dua layanan streaming milik perusahaan tersebut, HBO Max dan Paramount+. Ellison sebelumnya menyampaikan bahwa kedua platform akan digabungkan menjadi satu layanan apabila transaksi berhasil diselesaikan.
Berdasarkan jumlah pelanggan yang dimiliki masing-masing layanan saat ini, platform gabungan itu diperkirakan memiliki sekitar 200 juta pelanggan. Perkiraan tersebut disampaikan dalam laporan CNBC dengan menjumlahkan basis pelanggan HBO Max dan Paramount+.
Meski demikian, Paramount belum mengungkapkan sejumlah rincian penting mengenai layanan baru tersebut. Struktur harga, nama layanan, serta waktu peluncuran hasil penggabungan belum diumumkan secara resmi.
Nama perusahaan baru, Skydance, kemudian memunculkan kemungkinan bahwa nama tersebut juga akan digunakan untuk layanan streaming gabungan. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai hal itu maupun jadwal integrasi HBO Max dan Paramount+.
Brand HBO dipastikan tetap dipertahankan
Di tengah rencana penyatuan platform, Ellison menegaskan bahwa identitas HBO tidak akan dihapus. Ketika membahas masa depan layanan tersebut, ia mengatakan, “HBO harus tetap HBO,” dengan merujuk pada sejarah panjang HBO dalam menghadirkan program berkualitas.
Pernyataan itu mengindikasikan bahwa HBO kemungkinan tetap dipertahankan sebagai sub-brand di dalam layanan streaming yang lebih besar, meskipun platformnya kelak disatukan dengan Paramount+.
Paramount sebelumnya belum memberikan penjelasan rinci mengenai bentuk akhir layanan gabungan maupun merek yang akan digunakan. Informasi lebih lengkap mengenai integrasi tersebut diperkirakan baru dapat diketahui setelah proses merger selesai pada pekan depan.
Setelah transaksi rampung, perusahaan gabungan itu akan menaungi dua layanan streaming yang selama ini berjalan terpisah. Namun, cara penggabungan katalog, penetapan harga, dan posisi masing-masing merek masih menunggu keputusan resmi dari manajemen Skydance.



