Hamas Mendukung Sikap Trump terhadap Gaza: Analisis dan Implikasinya

by

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tampaknya telah menarik diri dari usulannya untuk memindahkan lebih dari dua juta warga Palestina dari Gaza secara permanen. Hal ini disambut baik oleh juru bicara kelompok Hamas, Hazem Qassem, yang menyatakan bahwa “tidak ada yang akan mengusir warga Palestina dari Gaza.” Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan Trump dengan pemimpin Irlandia, Taoiseach Micheal Martin di Gedung Putih. Qassem juga menekankan pentingnya pendudukan Israel untuk mematuhi semua ketentuan perjanjian gencatan senjata.

Bulan lalu, Trump mengusulkan pengambilalihan Gaza oleh AS dan saran agar penduduk Palestina dipindahkan secara permanen ke negara-negara tetangga. Namun, setelah pertemuan para menteri luar negeri Arab di Qatar yang membahas rekonstruksi Gaza, Trump membalik sikapnya. Para menteri luar negeri Arab dari Qatar, Yordania, Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina juga hadir dalam pertemuan tersebut.

OKI yang beranggotakan 57 negara secara resmi mengadopsi rencana rekonstruksi Gaza yang diajukan oleh Liga Arab. Rencana ini muncul sebagai respons terhadap ancaman Trump untuk mengambil alih Gaza dan mengosongkan wilayah tersebut dari penduduknya. Prakarsa untuk membangun kembali Gaza di bawah pemerintahan Otoritas Palestina mendatang mendapat dukungan luas dari berbagai negara serta OKI. Tindakan ini diharapkan dapat memperkuat upaya rekonstruksi dan perdamaian di wilayah tersebut.

Source link