Misteri Meledaknya Kapal Tanker Raksasa di Rusia

by -205 Views

Sebuah kapal tanker minyak raksasa yang membawa sekitar satu juta barel minyak mentah meledak di lepas pantai Libya, menambah daftar insiden misterius yang melibatkan kapal-kapal sebelumnya bersandar di pelabuhan Rusia. Ledakan pada 27 Juni diikuti oleh banjir di ruang mesin dan membuat kapal Vilamoura terombang-ambing di laut sebelum akhirnya ditarik ke perairan timur Mediterania. Operator kapal, TMS Tankers, mengonfirmasi kejadian tersebut tanpa melaporkan korban luka atau pencemaran lingkungan. Kapal tanker Vilamoura, berbendera Kepulauan Marshall, berlayar dari Zuetina, Libya, menuju Gibraltar saat kejadian terjadi. Penyebab ledakan masih belum diketahui dan sedang diselidiki.

Vilamoura, kapal tanker raksasa yang dibangun pada 2011 dengan kapasitas angkut 158.622 ton, saat ini sedang ditarik menuju Yunani untuk menganalisis kerusakan lebih lanjut. Penyelidikan juga mengungkap bahwa Vilamoura sebelumnya singgah di Ust-Luga di Rusia pada April dan di fasilitas CPC dekat Novorossiysk pada Mei, lokasi utama pengolah minyak mentah asal Kazakhstan. Sejak awal 2025, empat kapal tanker lainnya mengalami insiden serupa setelah mengunjungi pelabuhan-pelabuhan Rusia. Kejadian ini terjadi di tengah pengawasan yang ketat terhadap lalu lintas kapal yang terkait dengan Rusia akibat sanksi Barat terhadap ekspor minyak Moskow. Gangguan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa jalur pengiriman minyak global dapat menjadi target konflik.

Meskipun belum berdampak langsung pada harga minyak global, analis memperingatkan bahwa jika tren insiden ini terus berlanjut, gangguan terhadap rantai pasokan energi dunia bisa semakin parah. belum ada bukti kuat mengenai keterlibatan negara atau kelompok dalam serangkaian ledakan kapal tanker tersebut. Namun, pola dan lokasi kejadian menimbulkan kekhawatiran bahwa jalur pengiriman minyak global dapat menjadi target konflik asimetris. Hingga saat ini, pemilik kapal dilaporkan mulai melakukan pemeriksaan lambung menggunakan penyelam profesional dan kendaraan bawah laut untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan ranjau atau bahan peledak lainnya.

Source link