Toko Material Sepi-Stok: Semen Cs Numpuk di Gudang, Pedagang Berteriak!

by

Pedagang toko bahan bangunan mulai resah dengan sepinya pembeli beberapa waktu kebelakang, di mana hal ini membuat penjualan bahan bangunan turun drastis. Sejak pertengahan 2024, pemilik salah satu toko bangunan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, melaporkan kondisi sepinya pelanggan. Namun, belakangan ini, pelanggan mulai kembali ramai perlahan selama satu pekan terakhir. Meskipun ada kenaikan harga bahan bangunan, seperti semen, penjualan di toko tersebut tetap relatif normal meski ada penurunan pelanggan. Penjualan semen justru tidak terlalu terpengaruh karena hanya menawarkan dua merek dengan kualitas yang menengah ke atas.

Menurut Sin, pemilik toko Surya Mas, penjualan yang menurun drastis terjadi pada komponen pendukung rumah seperti wastafel, keran, dan lainnya. Cat juga mengalami penurunan penjualan, terutama di masa Lebaran tahun ini, padahal biasanya penjualan cat meningkat saat momen tersebut. Hal ini disebabkan oleh banyak orang yang mengalihkan uangnya untuk keperluan sekolah dan menunda renovasi atau pembangunan rumah.

Pemilik toko bangunan lain, Toni dari Jaya Hara, juga mengalami kondisi sepi yang serupa. Persediaan semen di gudangnya masih menumpuk karena sedikitnya pembeli, sehingga ia tidak berani menambah pasokan baru. Hal ini juga berlaku untuk bahan bangunan lainnya seperti cat dan hebel. Kebijakan ini diambil untuk menghindari kerugian karena stok yang tidak terjual dapat mengering dan tidak bisa dijual lagi. Sepinya pembeli dalam beberapa waktu terakhir diduga karena uang yang dialihkan untuk keperluan sekolah anak, mengakibatkan penjualan bahan bangunan menurun secara signifikan.

Source link