Perlambatan Ekonomi China: 2 Tanda Baru

by

Perlambatan ekonomi China semakin dalam seiring dengan dua indikator utama yang tidak memenuhi ekspektasi. Permintaan domestik yang lemah terus berlanjut, dengan “kampanye” pemerintah untuk melawan kelebihan kapasitas industri justru menghambat output. Data dari Biro Statistik Nasional menunjukkan penjualan ritel Agustus 2025 naik 3,4% dari tahun sebelumnya, namun tidak sesuai dengan perkiraan analis. Pertumbuhan penjualan melemah terutama untuk beberapa sektor tertentu, sementara permintaan untuk pakaian, sepatu, dan mobil mengalami peningkatan.

Di sisi lain, output industri juga melambat, turun menjadi 5,2% pada bulan Agustus. Pertumbuhan yang lebih lambat terjadi di sektor manufaktur dan produksi listrik, gas, dan air, seiring dengan permintaan domestik yang lesu. Meskipun demikian, output pertambangan terus meningkat, menunjukkan stabilitas dalam sektor ini. Produksi industri tumbuh sebesar 6,2% selama delapan bulan pertama tahun ini, dengan sektor manufaktur mencatat pertumbuhan dalam berbagai industri utama.

Pernyataan dari Biro Statistik China menekankan pentingnya menerapkan kebijakan makro yang tepat serta fokus pada menjaga stabilitas lapangan kerja dan pasar. Dalam menghadapi risiko dan tantangan, China perlu terus melakukan reformasi, keterbukaan, inovasi, untuk mendukung pembangunan ekonomi yang stabil dan sehat. Dengan demikian, diharapkan China dapat mengatasi perlambatan ekonomi yang sedang dialami dan mencapai pertumbuhan yang lebih baik di masa depan.

Source link