Okta: Penghafal Al-Qur’an Yatim Cari Harapan Baru melalui Sekolah Rakyat

by -93 Views

Di pinggiran Kota Bogor, terdengar suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dari sebuah asrama sederhana di mana seorang anak bernama Okta tengah penuh khusyuk membaca kitab suci tersebut. Okta, yang baru berusia 13 tahun, telah menjadi penghafal Al-Qur’an dan kembali bersekolah berkat Program Sekolah Rakyat yang gencar mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Okta, yang telah kehilangan kedua orang tuanya, sempat berhenti sekolah selama dua tahun sebelum berpartisipasi dalam Program Sekolah Rakyat. Dengan bantuan dari tetangga dan guru mengaji di kampung, Okta bertahan hidup di rumah kecil peninggalan keluarganya. Namun, setelah diterima di Sekolah Rakyat, Okta tidak hanya mendapatkan tempat tinggal dan perlengkapan belajar gratis, tetapi juga pendidikan agama, bimbingan karakter, dan pelatihan keterampilan.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif yang dirancang khusus untuk anak-anak yatim, anak jalanan, dan keluarga miskin ekstrem yang sebelumnya tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal. Saat ini, program ini telah mengoperasikan lebih dari 165 lokasi di seluruh Indonesia, menampung sekitar 16.000 anak dari kelompok ekonomi terbawah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau lebih dikenal sebagai Gus Ipul, mengungkapkan pentingnya Sekolah Rakyat sebagai langkah nyata pemerintah dalam mencegah anak-anak Indonesia tertinggal karena kemiskinan. Presiden Prabowo Subianto sendiri menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang berhenti sekolah karena keterbatasan finansial.

Melalui sistem berasrama yang efektif, Sekolah Rakyat berhasil membantu mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi oleh anak-anak dari keluarga kurang mampu, seperti biaya transportasi dan kebutuhan harian. Di asrama, anak-anak diajarkan untuk hidup mandiri, disiplin, serta nilai-nilai sosial seperti empati dan gotong royong.

Okta adalah salah satu contoh keberhasilan dari Program Sekolah Rakyat yang menjadi simbol dari upaya keadilan sosial dalam bidang pendidikan di Indonesia. Melalui program ini, bukan hanya ruang belajar yang dibangun, tetapi juga semangat untuk meraih harapan dan masa depan yang lebih baik. Dari ruang asrama yang sederhana, suara-suara anak seperti Okta menjadi bukti bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk mengubah nasib, asalkan dukungan dari negara benar-benar hadir di tengah mereka.

Source link