Kesaksian Warga Ambon Saat Tsunami 100 Meter

by -85 Views

Pada tahun 1674, Ambon dilanda tsunami dahsyat setinggi 100 meter yang mengakibatkan kerusakan besar dan menyebabkan ribuan orang menjadi korban. Georg Eberhard Rumphius, seorang ahli botani asal Jerman yang tinggal di Ambon, merekam kisah tragis ini dalam catatan monumentalnya, Herbarium Amboinense. Ia menjadi salah satu dari sedikit orang yang berhasil lolos ke tempat yang lebih tinggi saat tsunami melanda, sementara ribuan orang lainnya tenggelam terbawa arus.

Menurut BMKG, gempa dan tsunami Ambon 1674 merupakan bencana alam yang tertua dalam sejarah Nusantara. Rumphius menggambarkan bahwa tidak hanya gempa bumi yang menyebabkan kerusakan, namun juga likuifaksi tanah akibat getaran gempa yang membuat tanah Ambon bergerak seperti ombak laut. Tsunami yang diakibatkan oleh longsoran pantai juga menjadi faktor utama dalam tingginya gelombang tsunami yang menghantam Ambon.

Bencana alam ini memberikan pelajaran penting bahwa longsoran pantai merupakan sumber bahaya tsunami yang signifikan di Indonesia. Dengan mengkaji catatan sejarah seperti tragedi tsunami Ambon 1674, kita dapat lebih memahami dampak gempa dan tsunami sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana di masa depan.

Source link