Orang Kaya Jepang Ambil Langkah Tabu, Dampaknya Terhadap Ekonomi

by -65 Views

Di seluruh Jepang, pemilik bisnis yang telah menua saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk minimnya ahli waris yang bersedia melanjutkan usaha keluarga serta beban pajak warisan yang tinggi. Keadaan ini telah menyebabkan sejumlah pelaku usaha mulai mempertimbangkan opsi untuk menjual perusahaan mereka kepada investor private equity (PE). Fenomena ini telah memicu ledakan aktivitas private equity di Negeri Sakura, dengan nilai transaksi pasar private equity Jepang terus meningkat setiap tahunnya.

Tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan keluarga di Jepang adalah suksesi dan beban pajak warisan yang tinggi. Situasi ini telah mendorong banyak pendiri perusahaan yang telah menua untuk menjual bisnis mereka, seringkali dengan cepat demi mendapatkan dana tunai untuk membayar pajak warisan yang tinggi. Hal ini membuat penjualan ke private equity semakin menarik, mengingat lebih dari 90% usaha kecil dan menengah di Jepang adalah bisnis keluarga.

Sementara itu, isu suksesi dan kekurangan penerus juga menjadi pendorong utama aktivitas transaksi private equity di Jepang. Diperkirakan bahwa sekitar 1,27 juta pemilik usaha kecil dan menengah di Jepang yang berusia di atas 70 tahun tidak memiliki penerus, yang mencakup sepertiga dari total perusahaan di negara tersebut. Situasi ini tidak hanya mendorong penjualan ke private equity, tapi juga membuat sejumlah pendiri muda menjual bisnis mereka di tengah kesulitan menarik manajemen profesional.

Selain faktor internal, dukungan regulasi pemerintah dan faktor makro juga memainkan peran dalam mendorong aktivitas private equity di Jepang. Reformasi regulasi pemerintah yang diberlakukan sejak tahun 2015-2016, bersama dengan fenomena corporate carve-out, telah menjadi pendorong utama aktivitas private equity. Di samping itu, pelemahan yen membuat aset Jepang lebih terjangkau bagi investor asing, dan suku bunga rendah membuat akuisisi berbasis utang semakin menarik.

Namun, meskipun pasar private equity Jepang sedang berkembang pesat, harus diwaspadai risiko overheating. Valuasi yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kegagalan investasi di masa mendatang, seperti yang terjadi pada periode vintage lemah sebelum krisis keuangan global 2008. Meskipun demikian, pasar private equity Jepang masih dalam tahap pertumbuhan dan masih akan menjadi peluang yang menarik bagi perusahaan private equity di masa depan.

Source link