Mazda Pembaruan Emisi Mobil: Daur Ulang Sendiri!

by -54 Views

Produsen mobil Jepang, khususnya Toyota, telah menunjukkan ketidaksetujuan mereka terhadap kendaraan listrik baterai. Toyota mengklaim bahwa pangsa pasar mobil listrik tidak akan melebihi 30 persen. Sebaliknya, perusahaan Jepang lebih tertarik pada biofuel dan mesin pembakaran internal yang menggunakan hidrogen untuk mendukung dekarbonisasi. Mazda, meskipun lebih kecil dari perusahaan lain, memiliki filosofi yang sama. Mereka percaya bahwa mesin pembakaran masih memiliki potensi untuk dikembangkan lebih bersih.

Mazda meluncurkan Vision X-Coupe di Japan Mobility Show, sebuah mobil dengan desain ramping dan dilengkapi dengan mesin rotari. Mobil ini juga dilengkapi dengan sistem “Mobile Carbon Capture” yang mampu menyedot kembali hingga 20 persen gas buang. Meskipun terkesan bahwa Mazda masih ingin menyelamatkan mesin pembakaran, perusahaan ini telah menguji teknologi penangkap karbon yang efektif.

Teknologi tersebut dikonfirmasi oleh Kazuo Ichikawa, spesialis di Next-Generation Environmental Technology Research Department Mazda. Menurut Ichikawa, gas buang dapat dipisahkan dan karbon diikat ke substrat zeolit kristal untuk digunakan kembali sebagai bahan baku. Mazda juga menggunakan bahan bakar nabati dari mikroalga Nannochloropsis, yang mampu menyerap CO₂ dan menghasilkan minyak yang mirip dengan solar.

Dengan kombinasi sistem penangkap karbon dan penggunaan bahan bakar nabati, Mazda optimis dapat mencapai hasil negatif karbon bersih sekitar 10 persen. Namun, tantangan utama bagi Mazda adalah meningkatkan produksi bahan bakar nabati secara efisien. Mazda berkomitmen untuk mewujudkan visi ini meskipun masih ada beberapa hambatan yang perlu diatasi. Mesin pembakaran tetap menjadi fokus perusahaan, dengan diperkenalkannya Skyactiv-Z sebagai langkah inovatif selanjutnya.

Source link