Netizen Kembali Bahas Kerusakan Alam Era Menteri Kehutanan

by -94 Views

Sejumlah wilayah di Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, dilanda banjir dan longsor hebat. Kejadian bencana ini tidak hanya menelan belasan korban jiwa, tetapi juga memutus akses jalan serta komunikasi di beberapa daerah terdampak. Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Aceh menetapkan status darurat bencana selama dua minggu, yakni dari tanggal 28 November sampai dengan 11 Desember 2025.

Namun di tengah situasi darurat ini, perbincangan di media sosial justru ramai membahas peran pejabat dalam kerusakan lingkungan yang dianggap berhubungan dengan datangnya bencana. Banyak pengguna media sosial yang mengaitkan peristiwa banjir ini dengan Zulkifli Hasan, yang dahulu pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan dan sekarang menjadi Menko Pangan. Kritikan tajam pun muncul, salah satunya melalui unggahan akun Instagram Balqis Humaira yang menyoal langsung nama Zulkifli Hasan. Dalam postingannya, Balqis dengan lantang menyebut bahwa perizinan dan regulasi yang dikeluarkan oleh para pejabat telah memberi jalan pada kerusakan hutan, yang pada akhirnya berdampak pada bencana di berbagai kampung dan pemukiman.

Kritik tersebut berfokus pada tudingan bahwa deforestasi besar-besaran di kawasan Sumatera terjadi akibat banyaknya izin yang dikeluarkan ketika Zulkifli Hasan memimpin Kementerian Kehutanan pada periode 2009 sampai 2014. Saat masa jabatannya, isu perubahan fungsi kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Riau menjadi perkebunan sawit ilegal secara luas sempat menjadi sorotan media dan aktivis lingkungan. Balqis pun menulis bahwa dulu kawasan hutan Tesso Nilo mencapai sekitar 83 ribu hektare, namun kini yang tersisa hanyalah kenangan, lantaran pembukaan lahan sawit ilegal terjadi tanpa terkendali di berbagai sudut kawasan tersebut.

Aksi perambahan yang merusak kawasan konservasi itu dianggap sebagai salah satu penyebab utama hilangnya fungsi hutan sebagai penahan banjir dan tanah longsor. Akibatnya, intensitas bencana alam di Sumatera makin sering dan makin berat. Selain perdebatan di media sosial, video dokumenter dari tahun 2013 turut kembali beredar luas. Video tersebut memperlihatkan aktor Hollywood Harrison Ford yang secara langsung mewawancarai Zulkifli Hasan tentang upaya pemerintah Indonesia menghadapi deforestasi yang merajalela. Dalam video tersebut, Ford dengan tegas mengkritik kegagalan pemerintah mengendalikan penebangan hutan, khususnya di Tesso Nilo. Kemunculan ulang video ini di tengah bencana banjir saat ini membuat isu kerusakan lingkungan semakin jadi perhatian publik.

Beberapa akun seperti @voxnetizens juga membahas bahwa bencana yang melanda Sumatera tidak terjadi begitu saja, melainkan karena kebijakan manusia yang turut memperparah kerusakan lingkungan. Dalam unggahannya dijelaskan bahwa keuntungan perusahaan sawit dan legalisasi pembukaan lahan tidak lepas dari peran aktor manusia sendiri. Dengan demikian, ramai-ramai masyarakat menyerukan pentingnya tanggung jawab pejabat terhadap keputusan yang berdampak pada kelestarian hutan dan keselamatan warga.

Sumber: Zulkifli Hasan Disorot Soal Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Teguran Harrison Ford Soal Kerusakan Hutan
Sumber: Zulkifli Hasan Dituding Jadi Penyebab Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Momen Zulhas Diomeli Harrison Ford Soal Rusaknya Hutan