Tentara AS Dibunuh di Negara Arab: Trump Janjikan Balas Dendam

by -95 Views

Pihak berwenang Suriah menangkap lima tersangka terkait serangan bersenjata terhadap pasukan Amerika Serikat dan Suriah di Palmyra, yang menyebabkan tiga warga AS tewas dan memicu ancaman pembalasan dari Presiden Donald Trump. Serangan itu terjadi di wilayah Homs bagian tengah, dan Presiden Trump telah menegaskan bahwa konsekuensi berat akan menanti para pelaku. Trump juga menuduh kelompok ISIL (ISIS) sebagai dalang di balik serangan itu, yang merupakan serangan pertama yang mengakibatkan korban jiwa di pihak AS sejak kejatuhan Presiden Bashar al-Assad setahun sebelumnya.

Identitas penyerang belum diumumkan secara resmi, namun dinyatakan bahwa mereka telah memiliki ide-ide Islam ekstremis. Para pelaku sebelumnya dipecat dari pasukan keamanan karena ideologi ekstremis tersebut. Serangan itu terjadi saat patroli gabungan antara pasukan Suriah dan AS, dimana tembakan dilepaskan selama pertemuan antara perwira kedua belah pihak. Sejumlah korban luka dievakuasi menggunakan helikopter AS ke pangkalan al-Tanf.

Serangan menyebabkan tiga warga AS tewas dan tiga anggota militer AS lainnya terluka, serta dua tentara Suriah juga terluka. Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyatakan kemarahan dan ketidakpuasannya terhadap serangan tersebut. Pentagon menyebut serangan itu sebagai penyergapan oleh ISIL dan pelaku berhasil dibunuh, namun rincian serangan masih dalam penyelidikan. Muncul pesan-pesan yang saling bertentangan mengenai insiden tersebut dan identitas prajurit AS yang tewas akan dirahasiakan hingga pemberitahuan keluarga terdekat. Situasi masih berkembang, namun upaya balasan dari AS dalam proses berikutnya.

Source link