Dugaan Pengalihan Isu Bencana Sumatera: Sorot Tajam Black Campaign

by -60 Views

Pada beberapa wilayah di Sumatera belakangan ini, bencana banjir dan longsor telah menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Namun, muncul dugaan bahwa ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi tersebut, termasuk korporasi besar, untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus-kasus kejahatan lingkungan masa lalu. Narasi propaganda yang terkait dengan tokoh-tokoh seperti Ary Bakrie dan Marcella Santoso mulai muncul kembali, yang menyebabkan isu ini semakin mencuat.

Isu ini semakin kompleks dengan adanya klaim bahwa penggiat media dan buzzer nasional yang sebelumnya terlibat dalam kampanye “Indonesia Gelap” kini mengalihkan fokus ke isu bencana di Sumatera. Tujuannya diduga untuk mengalihkan perhatian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dari penyelidikan mendalam terhadap kejahatan lingkungan yang telah terjadi selama bertahun-tahun.

Dugaan pengalihan isu ini tidak terlepas dari kasus Karhutla 2015 yang dahsyat. Pada tahun tersebut, terjadi kebakaran hutan dan lahan yang meluas hingga 2,61 juta hektare di 31 provinsi, menewaskan 24 orang. BNPB pada saat itu menyatakan bahwa 99,9% dari kejadian Karhutla disebabkan oleh pembakaran sengaja untuk membersihkan lahan perkebunan sawit.

Keterlibatan korporasi besar seperti Grup Wilmar, Musim Mas, dan Permata Hijau dalam praktik destruktif yang menghasilkan kabut asap tebal serta menderita masyarakat juga ikut mencuat dalam isu ini. Kilas balik atas kasus Karhutla 2015 menjadi pengingat akan kerentanan Indonesia terhadap bencana lingkungan, sementara keprihatinan terhadap masalah lingkungan semakin meningkat.

Source link