Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bogor, menegaskan bahwa HIV masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, termasuk di Kota Bogor. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Monitoring dan Evaluasi Percepatan Eliminasi HIV-AIDS Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor. Dalam kesempatan tersebut, Denny Mulyadi menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi memiliki makna strategis, tidak hanya untuk menilai kinerja kepengurusan KPA sepanjang tahun 2025, tetapi juga sebagai refleksi bersama dalam upaya percepatan eliminasi HIV-AIDS di Kota Bogor.
Selama tahun 2025, berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari penguatan pencegahan dan edukasi, perluasan layanan tes dan pengobatan, peningkatan pendampingan bagi orang dengan HIV (ODHIV), hingga pengurangan stigma dan diskriminasi. Meskipun mencapai berbagai capaian yang patut diapresiasi, Denny Mulyadi menyatakan perlunya keterbukaan dalam melihat tantangan yang masih dihadapi, termasuk masalah cakupan layanan, keberlanjutan program, dan penguatan kelembagaan.
Denny Mulyadi juga berharap agar semua pihak dapat mengidentifikasi capaian serta praktik terbaik yang perlu dipertahankan dan diperluas, sambil juga mengidentifikasi kendala yang masih menghambat percepatan eliminasi HIV-AIDS. Upaya bersama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menangani isu HIV-AIDS di Kota Bogor dan membantu mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan peduli terhadap kondisi kesehatan.





