Kondisi Terkini Pasokan Batu Bara untuk PLTU: Analisis dari Produsen Listrik

by

Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) memberikan informasi terkait suplai batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara. Terdapat penurunan suplai dari badan usaha pertambangan pada tahun ini, yang disebabkan oleh ketidakjelasan produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Ferry Dwi Nugraha dari APLSI menjelaskan bahwa meskipun terjadi gangguan dua bulan lalu, situasi mulai membaik karena ada penugasan kepada beberapa produsen batu bara.

Jika suplai batu bara terus tersendat, PLTU berisiko mengalami shutdown dengan potensi mematikan setengah dari kapasitasnya, atau bahkan pemadaman listrik. Namun, menurut Ferry, kemungkinan terburuk itu masih jauh karena PLN akan mencari solusi alternatif seperti menggunakan minyak sebagai bahan bakar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan batu bara bagi PLN tetap aman hingga April 2026 dengan mengawasi produksi domestik melalui RKAB.

Bahlil juga menegaskan komitmennya untuk memangkas produksi batu bara guna menjaga keseimbangan pasar, mengingat Indonesia menyuplai sekitar 43% dari total volume perdagangan dunia. Hal ini menjadi faktor penentu dalam penurunan harga batu bara, yang dipahami sebagai hasil dari suplai besar dan permintaan yang rendah. Dalam mengelola sumber daya alam, Bahlil menekankan perlunya penataan strategis untuk memastikan kebutuhan nasional terutama sektor listrik terpenuhi dengan baik, menjunjung prinsip bahwa batu bara adalah milik negara yang harus dikelola secara berkelanjutan.

Source link