Kunci Damai Rusia dalam Konflik AS-Israel-Iran: Peran Putin

by

Timur Tengah kini diambang transformasi konflik dari operasi militer terbatas menjadi perang terbuka yang tak berujung. Pola yang terbentuk menunjukkan geografi dan struktur keamanan kawasan yang saling terkait secara ekonomi menarik negara monarki Arab di Teluk Persia ke dalam konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS). Presiden Middle East Studies Center dan Dosen Tamu di HSE University Moskow, Murad Sadygzade, menyatakan bahwa perluasan konflik ini tidak kebetulan, tetapi mengikuti logika strategis yang diakui oleh Teheran. Iran memandang keterlibatan langsung AS dalam operasi tersebut sebagai tindakan berperang, dan infrastruktur militer AS di seluruh kawasan menjadi target yang sah.

Konsekuensi dari pandangan ini adalah perluasan medan tempur yang tidak terbatas pada wilayah udara Iran atau Israel saja. Target sekarang mencakup jaringan pendukung kekuatan Amerika, termasuk pusat logistik, fasilitas komando, hingga koridor transportasi dan pelabuhan di negara tetangga yang menampung aset militer AS. Situasi ini membawa ancaman serius bagi ekonomi global karena negara Teluk memegang peranan penting dalam pasar energi internasional. Hal ini juga menghancurkan asumsi bahwa AS dapat menjamin keamanan mitra Arabnya di bawah kondisi eskalasi cepat.

Meskipun terdapat keretakan, negara-negara Teluk tidak akan langsung memutus hubungan dengan Washington karena ketergantungan pada sistem pertahanan. Namun, mereka mulai mengeksplorasi diversifikasi portofolio diplomatik mereka dengan pusat kekuatan global lainnya untuk mengatasi krisis yang bisa terjadi. Rusia muncul sebagai mediator krusial dalam menyampaikan keluhan UEA kepada Teheran dan meredam ketegangan di kawasan. Tujuan diplomatik Rusia adalah melindungi infrastruktur sipil dan energi di Teluk serta menghentikan konflik yang tak terkendali.

Source link