Presiden Mesir Tewas Setelah Umumkan Damai dengan Israel

by

Presiden Mesir Tewas Ditembak Usai Umumkan Damai dengan Israel

Jakarta, CNBC Indonesia – Perdamaian antara sejumlah negara Arab dengan Israel kerap memicu perdebatan tajam dan perpecahan di dalam negeri. Hal ini terutama terjadi di negara yang warganya dikenal vokal menentang zionisme.

Tragedi Pembunuhan Presiden Anwar Sadat

Salah satu peristiwa paling tragis terjadi di Mesir, ketika Presiden Anwar Sadat (1970-1981) tewas dibunuh oleh tentaranya sendiri, tak lama setelah menandatangani perjanjian damai dengan Israel.

Peristiwa itu terjadi pada 6 Oktober 1981 saat Sadat menghadiri parade militer besar-besaran di Kairo. Parade tersebut digelar untuk memperingati keberhasilan pasukan Mesir menyeberangi Terusan Suez dan menembus pertahanan Israel dalam Perang Yom Kippur tahun 1973.

Imbas Damai dengan Israel

Otak di balik serangan itu adalah Letnan Khalid Islambouli, anggota kelompok radikal Jihad Islam Mesir. Kelompok ini muncul sebagai reaksi keras terhadap kebijakan Sadat yang dianggap berkhianat terhadap perjuangan Palestina.

Sejak berdirinya negara Israel pada 1948, Mesir menjadi salah satu negara Arab yang paling vokal menentang zionisme. Negeri itu berulang kali terlibat perang melawan Israel, termasuk dalam Perang Yom Kippur pada 6 Oktober 1973.

Menurut buku Anwar Sadat: visionary who dared (2013), sikap Anwar Sadat berubah drastis beberapa tahun kemudian. Pada 26 Maret 1979, dia menandatangani Perjanjian Damai Camp David dengan Perdana Menteri Israel Menachem Begin, disaksikan langsung oleh Presiden AS Jimmy Carter. Sadat menilai Israel tak bisa dikalahkan secara militer, dan perdamaian merupakan jalan terbaik bagi stabilitas kawasan.

Keputusan itu menimbulkan gelombang penolakan besar di dalam negeri. Banyak kalangan, termasuk kelompok militer dan ulama garis keras, menganggap Sadat mengkhianati perjuangan Arab. Dari situ lahirlah kelompok Jihad Islam Mesir, yang kemudian merencanakan pembunuhan terhadap sang presiden.

Meski gerakan tersebut sempat ditekan, jejak-jejak kelompok tak menghilang begitu saja. Salah satunya, Khalid Islambouli yang juga seorang tentara Mesir dan melancarkan aksinya dalam parade militer 1981. Islambouli sendiri berhasil ditangkap di tempat kejadian. Dia kemudian divonis mati dan tewas di tangan algojo pada 15 April 1982.

Presiden Sadat segera dilarikan ke rumah sakit dan sempat menjalani operasi, tetapi nyawanya tak tertolong. Dia dinyatakan meninggal dunia pada hari yang sama, 6 Oktober 1981.

Source link