5 WNI Ditangkap Militer Israel: Pengungkapan Kemlu dan Upaya Kepulangan

by

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan lima Warga Negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 telah ditahan oleh militer Israel. Proses kepulangan mereka sedang diupayakan dengan kerja sama antara pihak berwenang.

Konflik Misi Kemanusiaan GSF 2.0

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal dan menangkap relawan WNI. Dari sembilan WNI yang terlibat dalam Global Peace Convoy Indonesia dalam misi GSF 2.0, lima di antaranya ditangkap Israel.

“Empat WNI lainnya berada di dua kapal berbeda dan saat ini masih berlayar di sekitar perairan Siprus. Mereka tetap dalam kondisi rawan dan dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel kapan saja,” ujarnya.

Koordinasi Langkah Antisipatif Kemlu

Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan berbagai Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal RI di berbagai negara untuk mengambil langkah antisipatif. Salah satunya adalah penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) jika paspor WNI disita serta penyediaan dukungan medis jika diperlukan.

Yvonne juga mengungkapkan bahwa perwakilan RI telah melakukan pendekatan dengan otoritas setempat agar proses kepulangan WNI dapat berjalan lancar tanpa hambatan di imigrasi.

Ke-9 WNI yang terlibat dalam misi ini antara lain Thoudy Badai (jurnalis), Andre Prasetyo (jurnalis), Andi Angga (aktivis kemanusiaan), Rahendro Herubowo (jurnalis), dan Bambang Nuryono (jurnalis), Hendro Prasetyo (aktivis kemanusiaan), As’ad Aras (aktivis kemanusiaan), Herman Budianto (aktivis kemanusiaan), Ronggo Wirasanu (aktivis kemanusiaan). Lima di antaranya telah ditangkap oleh militer Israel.

(luc/luc)

Source link