Trump Sebut Iran Tak Miliki Senjata Nuklir, Teheran Kecam Tuduhan Tersebut

by

Trump Klaim Iran Tidak Akan Miliki Senjata Nuklir

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir di tengah negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran. Meski begitu, Trump juga mengingatkan bahwa Iran masih bisa berubah pikiran di masa depan.

Dalam sebuah wawancara dengan program podcast milik New York Post, Trump mengatakan, “Saya harus mengatakan bahwa kita harus melakukan sesuatu tentang Iran, karena terlepas dari seberapa baik kinerja ekonomi kita, kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir.” Ia juga menambahkan, “Mereka sudah setuju bahwa mereka tidak akan memiliki senjata nuklir.”

Trump dan Iran: Narasi yang Berbeda

Meskipun Trump meyakini bahwa Iran telah menyetujui ketentuan tersebut, pihak Iran justru membantah klaim tersebut. Seorang pejabat pemerintah Iran menyebut pernyataan Trump sebagai sesuatu yang “menyesatkan”. Menurutnya, Iran selama ini telah menjadi anggota NPT dan program nuklirnya dikerjakan dengan tujuan damai.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa Iran tidak pernah berusaha untuk memiliki senjata nuklir, sehingga klaim Trump tentang Iran setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir adalah tidak akurat. Konflik antara AS dan Iran yang telah berlangsung hampir 100 hari masih tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam pembicaraan damai.

Berbagai Spekulasi dan Dampak di Pasar Global

Ketidakpastian seputar konflik AS-Iran berdampak pada harga energi global, terutama harga minyak yang tetap tinggi di bawah level US$100 per barel. Penutupan potensial Selat Hormuz oleh Iran sebagai tanggapan terhadap dugaan pelanggaran gencatan senjata juga mempengaruhi pasar minyak dunia.

Meski Trump meragukan kemungkinan penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan, spekulasi terus beredar di pasar energi global. Harga minyak yang tinggi masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar dalam menghadapi ketidakpastian yang diakibatkan oleh konflik AS-Iran.

Source link