Cadangan Emas RI Melebihi Freeport: Fakta Menakjubkan!

by

Raksasa Baru di Ranah Tambang Emas Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesian Mining Institute (IMI) mengungkapkan bahwa potensi cadangan emas Indonesia masih cukup besar dan bahkan tersebar di berbagai wilayah. Sebuah perusahaan tambang yang masih dalam tahap eksplorasi disebut memiliki cadangan emas lebih besar dari PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah.

Potensi Tambang Emas di Nusa Tenggara Barat

Ketua IMI, Irwandy Arif, menyatakan bahwa Indonesia masih memiliki potensi tambang emas yang dapat dikembangkan melalui kegiatan eksplorasi. Salah satu contohnya adalah Sumbawa Timur Mining (STM) yang mengelola Proyek Hu’u di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Perusahaan ini memiliki potensi cadangan emas yang sangat besar, bahkan dapat melampaui cadangan milik Freeport.

PT Sumbawa Timur Mining (PT STM), pemegang Kontrak Karya generasi ke-7 sejak tahun 1998, terus melakukan pencarian cadangan emas di tambang Onto, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Selama 28 tahun, perusahaan ini telah aktif melakukan kegiatan eksplorasi untuk mengejar potensi tambang emas di wilayah tersebut.

Potensi Cadangan dan Pencarian Emas di STM

Berdasarkan data perusahaan, sumber daya mineral di deposit Onto milik PT STM menunjukkan potensi yang menarik. Dengan sumber daya mineral tertunjuk mencapai 1,1 miliar ton, mengandung 0,93% tembaga dan 0,56 gram emas per ton. Sedangkan sumber daya mineral tereka sebanyak 0,96 miliar ton, mengandung 0,87% tembaga dan 0,44 gram emas per ton.

Proyek eksplorasi ini sudah berlangsung sejak tahun 2010 dan diperkirakan telah menghabiskan biaya hingga mencapai US$ 200 juta pada tahun 2021. Mayoritas saham STM dimiliki oleh Vale S.A. (80%) dan sisanya oleh PT Aneka Tambang Tbk (20%).

Hal ini menunjukkan bahwa potensi tambang emas di Indonesia masih sangat besar, dan melalui kegiatan eksplorasi yang terus dilakukan, potensi-potensi tambang baru seperti STM mampu menjadi pemain kunci dalam industri pertambangan emas Tanah Air.

Source link