Krisis Diplomatik: Eropa dan Kanada Berang, Respons Israel

by

Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana Israel untuk membuka tender pembangunan sekitar 1.200 unit rumah permukiman di kawasan strategis Tepi Barat yang diduduki telah menuai kecaman keras dari negara-negara besar Barat. Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Kanada mengeluarkan pernyataan bersama menuntut pembatalan rencana tersebut. Banyak pihak menilai langkah ini akan merusak harapan solusi dua negara dan membelah Tepi Barat, mengisolasi Yerusalem Timur.

Perwakilan Eropa dan Kanada memberikan peringatan terkait situasi keamanan yang makin kritis akibat proyek tersebut. Dalam kondisi ketidakstabilan di Tepi Barat dengan tingkat kekerasan oleh pemukim terhadap warga sipil, serta pembatasan ekonomi Palestina, keputusan ini dinilai semakin merugikan. Sekretaris Jenderal PBB dan Menteri Luar Negeri Belgia juga menilai rencana ini sebagai ancaman eksistensial bagi Palestina.

Status Kelompok Palestina

Israel telah membangun 160 permukiman yang menampung 700.000 warga Yahudi serta 3,3 juta warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza. Meskipun mendapat penentangan internasional, pemerintah Israel membiarkan permukiman tumbuh subur.

Proyek E1 dan Kritik Pedas

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyatakan pendapatnya yang ultranasionalis terkait rencana E1. Proyek ini mencakup pembangunan 1.234 unit rumah di area selebar 12 kilometer persegi antara Yerusalem Timur dan Maale Adumim. Proyek ini diresmikan bertepatan dengan pemilihan umum Israel, dimana batas waktu penawaran tender ditetapkan pada 19 Oktober.

Source link