Timnas Indonesia U-17 akan kembali menghadapi Malaysia U-17 dalam laga uji coba kedua di Stadion Manahan, Solo, Selasa (7/7/2026) pukul 20.00 WIB. Setelah bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama, Sabtu (4/7/2026), skuad Garuda Muda berencana mempertahankan permainan agresif dengan tekanan tinggi sejak awal pertandingan.
Pelatih Indonesia U-17, David Nascimento, memastikan timnya tidak akan mengubah pendekatan taktik yang telah diterapkan pada laga sebelumnya. Menurut pelatih asal Portugal itu, konsistensi menjadi bagian penting dalam membangun karakter permainan tim menjelang turnamen resmi yang akan datang.
Pressing tetap menjadi identitas permainan
Nascimento mengatakan, Indonesia akan kembali menekan Malaysia dengan pola yang sama seperti pada pertemuan pertama. Ia menilai gaya bermain tersebut merupakan pendekatan yang ingin terus dikembangkan oleh tim, bukan strategi yang hanya digunakan untuk menghadapi lawan tertentu.
“Jadi sekarang, rencana kami tetap sama karena gaya bermain kami. Tidak akan berubah. Kami akan menekan press mereka dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan di laga pertama,” ujar Nascimento.
Strategi high pressing itu diarahkan untuk membatasi waktu Malaysia saat membangun serangan dari lini belakang. Tekanan ketat Indonesia disebut mampu menyulitkan pemain-pemain muda Harimau Malaya mengembangkan permainan sejak fase awal penguasaan bola.
“Karena itulah cara yang kami inginkan untuk bermain. Kami tidak ingin memberikan lawan waktu untuk membangun serangan, dan kami akan melakukannya terhadap siapa pun karena kami perlu berkembang,” kata Nascimento.
Indonesia sempat unggul pada laga pertama
Pada pertandingan pertama, Indonesia baru membuka keunggulan pada menit ke-80 melalui gol Dhamar Try Kusuma. Keunggulan tersebut sempat membawa Garuda Muda berada di ambang kemenangan dalam duel derbi serumpun itu.
Namun, kemenangan yang sudah berada di depan mata akhirnya lepas. Malaysia mencetak gol penyama kedudukan melalui Muzakif Fitri Muhamad pada masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+6. Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1.
Hasil tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia kembali mempertahankan pendekatan bermain agresif pada laga kedua. Selain mengejar hasil lebih baik, pertandingan ini digunakan untuk mematangkan skema permainan dan mengukur perkembangan tim sebelum memasuki kompetisi resmi.
Nascimento menegaskan penerapan pressing akan terus dievaluasi dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Evaluasi itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas pemain secara individu sekaligus memperkuat koordinasi tim ketika menjalankan permainan secara kolektif.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa proses tersebut akan membawa perkembangan bagi skuad Indonesia U-17. “And dari pertandingan ke pertandingan, kami akan menjadi lebih baik,” lanjut David Nascimento.





