Rumah Hancur, Warga Palestina Sulap Gua Jadi Hunian

by

Rumah-rumah mereka telah dihancurkan. Kini, sejumlah keluarga Palestina di Khirbet al-Dab’a, kawasan Masafer Yatta, selatan Hebron, kembali menjadikan gua sebagai tempat tinggal. Dengan palu dan tatah, warga memahat dinding batu untuk menciptakan ruang yang cukup bagi keluarga mereka.

Khirbet al-Dab’a dihuni sekitar 120 warga Palestina. Permukiman itu berada di kawasan perbukitan gersang di tenggara Hebron dan hanya dapat dicapai melalui jalan tanah berbatu. Wilayah tersebut tidak terhubung dengan jaringan listrik maupun air. Untuk kebutuhan listrik yang terbatas, warga menggunakan panel surya, sedangkan air didatangkan dengan truk tangki.

Gua diperluas untuk tempat tinggal keluarga

Amer Dababsa menjadi salah satu warga yang mengerjakan kembali ruang tinggal bawah tanah tersebut. Selama sekitar enam bulan, ia menggali dan memperluas sebuah gua menggunakan palu serta tatah. Gua itu dipersiapkan untuk tempat tinggal bagi kedua istrinya dan enam anaknya.

Dababsa mengatakan warga berada di bawah tekanan Administrasi Sipil Israel dan para pemukim. Setelah rumah-rumah dibongkar, sejumlah keluarga tidak memiliki pilihan lain selain kembali menggunakan gua yang dahulu ditempati generasi terdahulu mereka.

Mohammad Dababsa, ayah dari 11 anak, juga telah menyelesaikan dua gua setelah mengerjakannya secara bertahap selama sekitar empat tahun. Satu gua digunakan sebagai ruang duduk, sementara gua lainnya dipakai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Penggunaan gua sebagai tempat tinggal bukan hal baru bagi warga di kawasan tersebut. Namun, pembongkaran bangunan membuat tempat-tempat yang sebelumnya ditinggalkan kembali digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Tekanan terhadap kehidupan warga

Warga menyebut kondisi kehidupan di Khirbet al-Dab’a semakin berat dalam beberapa tahun terakhir. Peternakan, yang sebelumnya menjadi sumber penghasilan utama banyak keluarga, menurun akibat serangan pemukim dan pembatasan akses ke lahan penggembalaan.

Sebagian warga kini bertahan dengan mengandalkan tanaman musiman, pohon zaitun, dan almond. Mereka juga mengatakan sejumlah pos permukiman telah berdiri di sekitar kawasan tersebut. Menurut warga, sebuah pos baru didirikan pada Mei 2025, tidak lama setelah pembongkaran besar-besaran yang menghancurkan sebagian besar bangunan di Khirbet al-Dab’a.

Khirbet al-Dab’a merupakan salah satu komunitas Palestina di Masafer Yatta. Sebagian kawasan itu ditetapkan Israel sebagai zona latihan militer pada awal 1980-an. Warga Palestina dan kelompok hak asasi manusia menyatakan pembatasan pembangunan serta pembongkaran yang berulang semakin memperburuk kehidupan masyarakat.

Penjelasan Administrasi Sipil Israel

Kepada Reuters, badan Coordinator of Government Activities in the Territories (COGAT) mengatakan Administrasi Sipil Israel menegakkan aturan terhadap sejumlah bangunan dan infrastruktur yang disebut ilegal di kawasan tersebut pada awal September, dengan persetujuan tingkat politik.

COGAT menyatakan tindakan itu dilakukan berdasarkan kewenangan dan prosedur yang berlaku. Menurut badan tersebut, warga telah menerima pemberitahuan sebelum pembongkaran sehingga dapat mengajukan banding melalui jalur hukum.

Di tengah perdebatan mengenai status bangunan dan penggunaan lahan itu, warga Khirbet al-Dab’a terus memahat batu. Bagi keluarga seperti Amer dan Mohammad Dababsa, gua menjadi tempat berlindung setelah rumah-rumah mereka tidak lagi dapat dihuni.

Source link