Momen Menperin Sarmuji Larang Hormat Berlebihan, AGK Pergi

by

Sarmuji menyampaikan pesan pertamanya kepada jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) setelah menjabat sebagai menteri. Ia meminta agar dirinya dan istrinya tidak diperlakukan dengan penghormatan yang berlebihan selama berada di lingkungan kementerian.

Menurut Sarmuji, perlakuan yang terlalu berlebihan justru dapat menciptakan jarak antara pimpinan dan jajaran di bawahnya. Ia menilai suasana kerja perlu dijaga tetap terbuka agar setiap orang tidak ragu menyampaikan masukan, saran, maupun kritik.

Sarmuji ingin komunikasi tetap terbuka

“Jangan memberi penghormatan berlebihan kepada saya. Penghormatan berlebih akan menciptakan sekat dan dinding. Akan menciptakan barrier psikologis,” ucap Sarmuji.

Ia menjelaskan, jarak psikologis tersebut dapat membuat orang merasa kesulitan untuk berbicara secara terbuka kepada pimpinan. Menurut dia, penghormatan yang diberikan secara berlebihan berpotensi memengaruhi keberanian jajaran kementerian dalam menyampaikan pandangan.

“Orang mau memberikan masukan, memberikan saran, bahkan memberikan kritik, menjadi susah karena ada pelayanan yang berlebihan, kita maunya cair saja,” kata Sarmuji.

Permintaan itu disampaikan dalam pidato pertamanya sebagai Menteri Perindustrian yang baru. Pesan tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran Kemenperin, bukan hanya dalam konteks perlakuan terhadap dirinya, tetapi juga terhadap istrinya.

Istri Agung Gumiwang juga diminta tidak diperlakukan berlebihan

Sarmuji secara khusus meminta agar istrinya tidak memperoleh perlakuan yang berlebihan dari lingkungan kementerian. Ia menyebut sikap sederhana yang ditunjukkan istri Agung Gumiwang sebagai sesuatu yang patut dipuji.

“Istri saya juga jangan diperlakukan berlebihan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pesan awal Sarmuji kepada jajaran Kemenperin. Ia menekankan pentingnya suasana yang tidak kaku dalam hubungan kerja, sehingga komunikasi antara pimpinan dan jajaran dapat berlangsung lebih cair.

Dalam pidatonya, Sarmuji tidak meminta penghapusan penghormatan, melainkan menolak bentuk penghormatan yang dinilai terlalu berlebihan. Bagi dia, pelayanan yang melampaui kewajaran dapat membentuk sekat dan hambatan psikologis.

Ia juga mengaitkan suasana tersebut dengan kemampuan jajaran kementerian untuk memberikan masukan, saran, serta kritik. Karena itu, Sarmuji berharap perlakuan terhadap dirinya dan istrinya tidak membuat orang merasa sungkan atau kesulitan berkomunikasi.

Source link